Begini Cara Mengurangi Dampak Buruk Abu Vulkanik Kelud


k(masker)Gunung Kelud yang meletus pada Kamis malam (13/02/14) pukul 22.50 WIB menyisakan banyak permasalahan. Masalah yang paling banyak dikeluhkan adalah abu vulkanik. Alasan ini bisa diterima, pasalnya abu vulkanik Kelud dapat mencapai 500 km ke arah barat. Ini artinya seluruh Pulau Jawa nyaris terkena abu vulkanik Kelud.

Pada jarak sekitar 200 sampai 250 km dampak abu vulkanik Kelud masih sangat parah. Daerah yang paling parah terkena abu Kelud ini antara lain Solo Raya dan Yogyakarta. Daerah-daerah tersebut bak hujan salju di daerah tropis. Berbeda dengan waktu Merapi meletus, meskipun jarak Merapi relatif lebih dekat dari pada Kelud, namun abu vulkanik yang dikeluarkan dari letusan justru lebih banyak Kelud.

Abu vulkanik gunung berapi pada saat erupsi sangat berbahaya, terutama bagi kesehatan. Abu vulkanik ini ukurannya sangat kecil (micron). Kadang dengan mata telanjang abu tidak dapat dilihat jika tidak terlalu banyak. Meskipun sedikit, jika masuk mata maka mata akan pedih dan iritasi. Selain itu, jika abu ini terhirup dan masuk ke paru-paru, maka akan sangat berbahaya. Abu vulkanik dari erupsi mengandung pasir kwarsa, dimana pasir kwarsa ini adalah bahan pembuat kaca. Anda bisa bayangkan jika benda bahan pembuat kaca masuk ke dalam tubuh kita.

Selain iritasi mata, ternyata abu vulkanik dari erupsi gunung berapi juga bisa berdampak lain. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) adalah akibat dari debu vulkanik ini. Jika kita sering menghirup udara yang terkontaminasi oleh debu vulkani, maka penyakit pertama yang sering terjadi adalah ISPA ini. Kekebalan tubuh akan berkurang jika terus-menerus terkena debu ini.

Penyakit lain yang mengintai karena debu vulkanik adalah asma. Kebanyakan orang yang menderita asma mereka akan peka terhadap segala hal yang dapat mengakibatkan pernapasan terganggu. Salah satunya adalah debu. Bagi penderita asma akan cepat kambuh jika debu masuk ke saluran pernapasannya, tak terkecuali debu vulkanik.

Bagi yang alergi, tak jarang benda asing yang menempel di kulit akan membuat kulit menjadi gatal. Termasuk juga debu vulkanik jika menempel pada kulit juga bisa membuat kulit menjadi gatal. Apa lagi jika kulit yang sering tertutup oleh pakaian, misal kulit pada perut dan punggung. Bagi yang tidak tahan dengan abu vulkanik ini juga bisa menyebabkan batuk.

Untuk mengurangi dampak yang lebih buruk karena debu vulkanik ini, ada bainya Anda melakukan hal-hal berikut ini.

1. Pakai masker
Selalu pakai masker jika di luar ruangan. Ini menjaga supaya debu vulkanik yang ukurannya sangat kecil tidak terhirup dan tidak masuk ke paru-paru. Pada saat pergi keluar rumah dengan motor atau mobil juga kenakan masker. Jangan sok gengsi atau malu mengenakan masker, karena ini sangat penting bangi kesehatan Anda.

2. Pakai helm dengan tutup kepala
k(helm)Berkendara dengan motor memang wajib pakai helm, namun tak sedikit yang mengabaikan karena hanya berkendara tidak jauh dan hanya di sekitar rumah dan tidak ke jalan raya. Jangan anggap remeh, karena selain helm bisa melindungi kepala Anda dari benturan, juga bisa melindungi rambut Anda dari debu vulkanik yang bisa membuat rambut menjadi kotor, kusam, dan kasar. Helm dengan penutup muka juga melindungi mata Anda supaya tidak kemasukan debu. Jadi, selain memakai masker, helm dengan penutup kepala sangat dianjurkan. Tak jarang meski sudak memakai masker dan helm dengan penutup kepala debu masih juga masuk ke mata.

3. Pakai kaca mata
Anda juga bisa memakai kaca mata jika keluar rumah selain memakai masker. Ini penting untuk melindungi mata Anda supaya tidak kemasukan debu vulkanik yang dapat membuat mata pedih.

4. Pakai jas hujan
kelud (pakai jas hujan)Jas hujan memang dipakai pada saat hujan dengan tujuan supaya tidak terkena air hujan. Namun pada saat badai debu vulkanik dan Anda ingin berkendara dengan motor, lebih baik memakai jas hujan, apa lagi jika Anda berkendara dengan jarak yang jauh. Debu vulkanik yang beterbangan dapat menempel di mana saja, termasuk pada pakaian yang Anda kenakan. Jika Anda memakai jas hujan, maka yang kotor jas hujan Anda, bukan pakaian Anda. Pada saat badai debu vulkanik, saya juga selalu menggunakan jas hujan jika berkendara jauh. Tidak hanya jas hujan saja, jaket juga saya kenakan, karena debu bisa masuk ke tubuh jika ada celah yang kecil. Namun, dengan jas hujan dan jaket menghindari sekecil mungkin debu masuk ke tubuh.

5. Tetes mata
Jika mata Anda kemasukan debu vulkani, maka jangan dikucek. Jika ini Anda lakukan, bukannya akan semakin sembuh, tetapi justru akan semakin parah. Mata Anda akan memerah dan iritasi. Jika ini berlangsung lama, maka akan membahayakan penglihatan Anda. Jika terkena debu kemudian tiuplah dan beri obat tetes mata yang bisa dibeli di toko obat atau apotek.

6. Membersihkan debu di luar rumah dengan air

Abu tebal dibahasi air kemudian dikeruk

Abu tebal dibahasi air kemudian dikeruk

Setelah abu tipis baru disemprot dengan air sampai bersih

Setelah abu tipis baru disemprot dengan air sampai bersih

Debu vulkanik yang terkena sinar matahari akan mudak kering. Jika kering, maka debu ini akan mudah beterbangan jika kena angin. Untuk membersihkan debu di luar rumah, misal debu yang menembel di dinding atau di halaman yang disemen, maka gunakan air. Jika debunya tipis langsung bisa disemprot dengan air. Jika debunya tebal, basahi dahulu debu dengan air kemudian keruk debu dengan cangkul, sekop, atau alat untuk pertukangan. Setelah debu tipis, baru semprot dengan air. Jika debu tebak dan Anda langsung membersihkan dengan peralatan seperti yang disebutkan tadi tanpa dibasahi, maka debu akan beterbangan. Jangan lupa kenakan masker juga pada saat membersihkan debu.

7. Membersihkan perabot dengan dilap
Untuk membersihkan lantai yang dari kerami, maka langkah pertama disapu dengan sapu khusus untuk menyapu lantai kemudian bisa dipel tapi jangan menggunakan air yang banyak. Jika di rumah Anda ada mesin penyedot debu itu lebih baik digunakan. Untuk perabot rumah seperti meja, kursi, pajangan, dll usahakan jangan menggunakan sulak (kemoceng). Ini sangat berbahaya karena debu akan beterbangan dan bisa menempel ke dinding dan bisa terhirup. Gunakan lap dari bahan katun. Anda bisa gunakan pakain bekas yang sudak tidak terpakai untuk mengelap perabotan tadi.

8. Anak-anak biarkan di rumah
Biarkan anak-anak tetap di rumah. Untuk sementara jangan ajak anak-anak terutama balita main di luar rumah. Ini sangat berbahaya bagi mereka, karena mereka masih rentan terhadap debu yang kemungkinan bisa terhirup oleh mereka. Untuk sementara hentikan dulu kebiasaan yang mungkin biasanya Anda selalu mengajak anak-anak jalan-jalan. Ini demi kebaikan mereka.

9. Tutup pintu dan jendela
Jangan selalu biarkan pintu dan jendela terbuka lebar pada saat masih badai debu vulkanik. Apa lagi jika debu belum dibersihkan dari halaman dan sekitar rumah. Debu ini ukurannya sangat kecil, jika ada angin bisa masuk ke rumah lewat lubang apa saja. Jika rumah Anda ada AC, maka tutup dan untuk sementara nyalakan AC.

10. Jangan berteduh di bawah pohon
Dahan daun masih menyimpan banyak debu. Jika Anda berada di bawahnya, maka jika ada angin maka debu akan jatuh dan bisa mengenai mata, kulit, atau rambut Anda. Apa lagi jika sejak Kelud meletus belum ada hujan yang lebat. Hujan yang ringan atau sedang belum bisa menghapus seluruh debu dari dahan dan daun pohon.

11. Pastikan sayur dicuci bersih sebelum dimasak
Sebelum dimasak sayuran memang harus dicuci terlebih dahulu. Namun, pada saat badai debu vulkanik, Anda harus lebih ekstra dalam mencuci sayuran. Jika biasanya sayuran dicuci sampai tika kali, maka sebaiknya Anda harus mencuci lebih dari itu, misal sampai lima kali. Ini cukup beralasan karena debu vulkanik sangat susah untuk hilang. Jadi harus dibutuhkan frekuensi yang lebih untuk mencuci sayuran sebelum dimasak.

12. Jangan keluar rumah jika tidak penting
Lebih baik Anda dan keluarga di rumah jika memang tidak ada kepentingan yang berarti untuk sementara. Jangan begadang atau di luar rumah hanya untuk sekedar ngobrol-ngobrol. Ini demi kebaikan Anda dan keluarga. Bukannya mencegah lebih baik dari pada mengobati?

Semoga tips di atas bisa bermanfaat bagi Anda, terutama bagi yang terkena dampak dari hujan abu Kelud. Tips di atas saya bagi untuk Anda karena sudah saya lakukan bersama dengan keluarga.

———————————————————
Jika Anda ingin berlangganan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

2 responses

  1. sangat informatif dan mendidik. salut. Oh ya, ngeri juga ya liat beritanya. mudah-mudahan kita semua mendapat keselamatan. amin.

    1. Terima kasih atas kunjungannya. Tips tersebut berdasarkan pengalaman saya dan keluarga, jadi saya bagi biar bermanfaat juga kepada yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: