10 Fakta Tentang Kusta yang Mungkin Belum Anda Ketahui


Penderita kusta,foto: DNA

Penderita kusta,foto: DNA

Kusta adalah suatu penyakit yang sampai saat ini masih banyak ditakuti. Karena kurangnya pengetahuan oleh masyarakat, maka penderita kusta sering dikucilkan. Tidak hanya oleh masyarakat di sekitarnya, bahkan keluarganya juga mengucilkannya. Alasan pengucilan ini memang tidak berlebihan karena penyakit yang dapat menyebabkan cacat seumur hidup ini sangat membuat siapa saja yang melihat penderitanya mengelus dada dan bahkan tidak mau melihatnya karena merasa jijik.

Namun, dari penjelasan 10 fakta tentang penyakit kusta di bawah ini diharapkan bisa memberikan penjelasan bahwa penderita kusta tidak harus dikucilkan. Mereka harus diberi dukungan supaya semangat untuk hidup bisa ttumbuh lagi. Jika mereka sudah menderita kusta bukan berarti tamatlah riwayatnya. Banyak penderita kusta yang bisa melanjutkan hidup dan bisa berkarya bagi orang lain.

Berikut ini 10 fakta tentang penyakit kusta, seperti yang dilansir DNA (26/01/2014).

Fakta 1: India memimpin dunia dalam jumlah kasus kusta
India memiliki 58 persen dari penderita kusta secara global. Saat ini terdapat 134.752 kasus baru terdeteksi di India pada kuartal pertama tahun 2013. Jumlah perempuan terserang penyakit ini lebih banyak dari jumlah laki-laki dan lebih dari tiga belas ribu anak telah ditemukan menderita penyakit ini.

Fakta 2: Kusta adalah salah satu penyakit tertua di dunia
Kusta adalah salah satu yang tertua dan penyakit paling stigma di seluruh dunia. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit Hansen dinamai ilmuwan yang menemukannya Armauer Hansen. Ini adalah penyakit infeksi kronis yang terutama mempengaruhi sistem saraf dan mematikan ekstremitas di bagian terbuka dari tubuh seperti tangan, kaki dan wajah.

Fakta 3: Disebabkan oleh bakteri
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri berbentuk batang yang dikenal sebagai Mycobacterium leprae. Gejala yang paling umum adalah terjadinya bercak pucat pada kulit tanpa sensitivitas.

Fakta 4: Penyakit ini tidak mudah menular
Penyakit ini diyakini ditularkan melalui tetesan dari hidung dan mulut. Tapi tidak seperti penyakit menular lainnya menyebar hanya dengan kontak berulang dan dekat dengan orang yang terinfeksi, dan hanya pasien yang tidak diobati menimbulkan risiko. Jika orang yang terinfeksi mencari pengobatan, dari dosis pertama sendiri jumlah bakteri secara langsung mengurangi secara drastis.

Fakta 5: 95% manusia kebal terhadap bakteri kusta
Di India 90-95 persen orang secara alami kebal terhadap penyakit ini, maka kusta tidak sangat menular.

Fakta 6: Gejala yang unik untuk setiap jenis kusta
Gejala kondisi ini termasuk belang pada kulit yang sensitif terhadap sentuhan atau sensasi apapun. Tanda klasik adalah bahwa belang akan tanpa rambut atau keringat dan tidak akan merasakan panas, menusuk dingin atau pin. Gejala-gejala ini tetap konstan untuk jenis penyakit berikut ini.

Menurut WHO kondisi ini diklasifikasikan menjadi dua :

Paucibacillary: Jika tidak ada bakteri yang terdeteksi di lesi kulit

Multibasiler: Dimana ada lebih dari lima lesi pada tubuh seseorang yang positif untuk kehadiran bakteri.

Fakta 7: Diagnosis kusta sederhana
Diagnosis kusta cukup sederhana. Ketika seseorang mengunjungi dokter untuk pemeriksaan fisik biasanya lebih dari cukup untuk mendiagnosa orang tersebut. Menurut WHO, jika seseorang mengunjungi dokter di daerah endemik dengan gejala klasik kusta, ia harus dianggap sebagai menderita penyakit tersebut. Dalam kasus ini dokter tidak ingin mengkonfirmasi diagnosisnya atau dia mungkin disarankan smear kulit harus dilakukan. Ini adalah prosedur di mana sampel diambil dari pasien dan diuji untuk kehadiran bakteri. Hal ini biasanya disarankan dalam kasus yang jarang terjadi.

Fakta 8: Penyakit ini dapat disembuhkan
Kusta dapat disembuhkan melalui Multi-Drug Therapy (MDT). India itu tersedia gratis di setiap pusat kesehatan pemerintah. MDT adalah kombinasi dari tiga obat, yaitu clofazimine, rifampisin dan dapson yang diambil selama 6-24 bulan.

Fakta 9: Kusta yang tidak diobati dapat menyebabkan cacat parah
Jika dibiarkan tidak diobati kusta dapat menyebabkan jari tangan dan kaki rusak dan membentuk cakar dengan meringkuk ke dalam. Kusta juga mempengaruhi mata, sehingga sulit bagi pasien untuk berkedip, sehingga menyebabkan kebutaan. Penyakit ini juga dapat menyebabkan borok permanen dan infeksi pada tangan dan kaki yang sering terjadi ketika luka, memar dan luka bakar diabaikan karena orang tersebut tidak merasakan sakit.

Fakta 10: Diagnosis dini adalah kunci untuk menghindari cacat
Diagnosis dini dan pengobatan dengan Multi Drug Therapy-(MDT) mencegah cacat permanen dengan menyembuhkan penyakit sebelum menyebabkan cacat. Langkah ini juga salah satu cara terbaik untuk menghilangkan penyakit ini sebagai ancaman publik.

———————————————————
Jika Anda ingin berlangganan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

One response

  1. obathidrosefaluss | Balas

    terima kasih informasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: