Ada Game Unik Jika ke Malioboro Rombongan


mal (aneka dagangan)Siapa yang tidak kenal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau yang lebih akrab dengan Jogja? Jika belum, Anda harus banyak belajar tentang sejarah dan budayanya. Karena Jogja adalah pusat dari budaya Jawa. Adat istiadat masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Jogja. Batik adalah salah satu seni budaya masyarakat Jogja yang turun-temurun dipertahankan dari nenek moyang sampai sekarang meskipun jaman sudah berubah.

Jika Anda berkunjung ke Jogja, tidaklah afdol jika belum ke pusatnya Jogja, yaitu Malioboro. Di sini ada tugu yang merupakan titik nol kilometer bagi propinsi yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ini. Di jalan Malioboro wajib untuk dikunjungi, jika tidak bisa dibilang belum lengkap berwisata ke Jogja. Tidak hanya wisatawan domestik saja yang berjubel ke Malioboro, namun juga banyak wisatawan mancanegara.
mal (becak)Anda bisa berjalan kaki menyusuri jalan Malioboro sambil melihat-lihat barang yang ingi Anda beli. Jika tidak ingin kecapean, Anda bisa naik becak. Bagi yang ingin naik delman, ada juga di Malioboro.
mal (delman)Jalan Malioboro searah, jadi jangan sampai jika Anda membawa kendaraan pribadi melawan arah. Jika dari titik nol berjalan maka melawan arah arus lalu-luntas. Sepanjang jalan Malioboro Anda akan taktub dengan aneka barang dangan yang dijajakan oleh pedagang kaki lima. Batik tentunya menjadi ciri khas dari dagangan di sini. Aneka batik seperti baju, daster, kain batik, serta blangkon baik dari Solo, Jogja, Jawa Barat, maupun Jawa Timur ada di sini. Anda tinggal pilih blangkon batik mana yang Anda sukai.

Selain batik, aneka souvenir seperti gantungan kunci bertuliskan tema tentang Jogja dan pernak-pernik Jogja juga ada. Tak lupa juga kaos khas Jogja, Dagadu yang sudah terkenal. Juga ada kerajinan-kerajinan unik dari bahan yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan seperti batok kelapa, eceng gondok, pelepang pisang, akar pohon bambu, dll. Eceng gondok dibuat sandal, sementara batok kelapa selain untuk kancing baju, juga untuk tas bagi wanita. Pelepah pisang juga untuk tas, sementara pandan selain untuk dibuat tas juga untuk sandal. Itu belum seberapa, masih banyak lagi yang lain.
mal (souvenir)Jika datang ke Malioboro sendirian, maka kurang seru. Jika ke malioboro rombongan ramai-ramai maka ini baru seru. Apa serunya? Biasanya jika saya ke Malioboro, maka saya bersama dengan teman-teman. Anda bisa ajak teman sekolah, kantor, atau sekeluarga. Ada game yang bisa dibuat di Malioboro dengan rombongan ini. Apa gamenya?

Gamenya bukan seperti jika Anda main game di gadget atau laptop atau PC. Namun, game di sini berupa permainan membeli sebuah barang. Kebanyakan orang akan bangga jika membeli barang dengan harga yang mahal, namun untuk game di sini sebaliknya. Siapa yang bisa menawar barang dengan harga yang paling murah, maka dia adalah pemenangnya. Barang yang dibeli tentunya adalah barang yang jenis, kualitas,dan ukurannya sama, namun bisa motif atau coraknya berbeda. Sebagai contoh dompet, tas, baju daster batik, atau gantungan kunci.

Bagaimana cara bermainnya? Anda bersama rombongan menentukan mulai dari mana untuk berburu barang tersebut. Jadi harus berpencar, boleh juga membeli pada satu pedagang yang sama. Di sini tiap orang diuji untuk menawar dengan harga serendah-rendahnya dengan barang yangn kualitasnya sama. Waktunya juga harus ditentukan, misal setengah atau satu jam, dan tempat untuk berkumpul kembali juga harus ditentukan.

Permainan game tadi selalu saya dan teman-teman lakukan jika berkunjung ke Malioboro. Yang jadi pemenang dengan penawaran paling rendah, maka akan mendapatkan hadiah, misalnya pemenang ditraktir makan. Bagi yang kalah tentu mendapatkan barang yang harganya paling mahal. Selisih seratus sampai lima ratus rupiah saja bisa menang.

Ada tips bagi Anda yang masih bingung bagaimana supaya memenangkan game ini. Jika Anda menawar, maka jangan terlalu kaku dalam berbahasa. Jika Anda bisa berbahasa Jawa, maka gunakan Bahasa Jawa, namun jangan gunakan Bahasa Jawa yang tinggi (kromo), jadi pakai yang biasa saja (ngoko). Jika tidak bisa berbahasa Jawa, Anda bisa menggunakan Bahasa Indonesia, namun jangan kaku atau terlalu formal.

Tips berikutnya adalah tawarlah barang yang akan Anda beli dengan harga separuhnya atau bahkan dibawahnya lagi. Anda jangan tergiur dengan penawaran yang tinggi kemudian menawar dengan harga tidak sampai separuhnya. Misal harga barang 80 ribu rupiah, maka Anda akan menawar 60 ribu rupiah, maka pedagang akan langsung setuju dengan penawaran Anda tersebut. Tawarlah mulai dari 30 ribu, jika belum disetujui, maka naikkan 5 ribu, trus sampai 40 ribu.

Tips berikutnya, jika Anda sudah menawar barang dan belum disetujui, maka tinggalkan pedagang tersebut. Beberapa pedagang akan memanggil Anda untuk meminta kembali. Ini adalah tips kebanyakan dari pembeli. Di Malioboro juga bisa berlaku, namun tidak sepenuhnya bisa dijalankan.

Namun, tidak semua tips tersebut berlaku. Hanya berlaku jika Anda membeli barang di kaki lima. Jika Anda membeli barang di toko atau mal, maka tips tadi tidak berlaku, karena barang yang sudah ada di toko dipasang label harganya. Barang di toko juga lebih mahal, namunpelayanan dan kenyamanan seperti ruangan berpendingin diutamakan.

Bagi saya, berbelanja untuk oleh-oleh seperti baju dan souvenir enaknya yang di kaki lima. Selain lebih murah, juga ada seninya untuk belajar menawar (baca tips belanja hemat dan cerdas). Bagi yang kurang berolahraga, maka dengan jalan kaki kesana kemari, maka Anda bisa membakar lemak ditubuh Anda, jadi bisa menyehatkan badan.

Gimana, mau mencoba? Seru pokoknya game ini.
———————————————————
Baca juga:
* Wisata Sejarah dan Budaya di Candi Prambanan
* Wisata ke Candi Ratu Boko Bagaikan Masuk Istana Kerajaan Jaman Dulu
———————————————————
Jika Anda ingin berlangganan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

2 responses

  1. Pedagang Malioboro udah banyak orang luar juga kok, Sunda, Minang, yang nggak ngerti bahasa Jawa 🙂

  2. Lama sekali saya tidak ke malioboro… Bener sob, saya juga suka nawar serendah2nya kalau beli di malioboro yang di kaki limanya lho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: