Wisata ke Candi Ratu Boko Bagaikan Masuk Istana Kerajaan Jaman Dulu


Sebelum masuk ke Situs Ratu Boko harus pakai kain batik dulu

Sebelum masuk ke Situs Ratu Boko harus pakai kain batik dulu


Berwisata sejarah ke situs peninggalan jaman dulu membuat saya seperti masuk ke peradaban pada jaman kerajaan kuno. Kali ini saya berkunjung ke Candi Ratu Boko atau Situs Ratu Boko atau juga dikenal dengan Istana Ratu Boko. Saya Ajak Anda untuk masuk ke sejarah jaman kerajaan kuno. Masuk ke kompleks Candi Boko membawa saya membayangkan peradaban jaman dulu yang sudah menggunakan teknologi canggih pada jamannya.

Wisata Candi Boko terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogja). Jika dari arah bandara Adisucipto Jogja, setelah jembatan perbatasan antara Jogja dan Klaten (Pasar Prambanan) ada perigaan lampu lalulintas (lampu merah) kemudian ambil ke kanan ke arah Piyungan. Jika Anda dari arah Solo, setelah pertigaan lampu merah Candi prambanan lurus (yang ke kanan ke arah Candi Prambanan), setelah ada pertigaan Pasar Prambanan ke kiri ke arah Piyungan.

Candi Ratu Boko terletak di sebuah bukit yang banyak ditumbuhi tanaman jati. Setelah ada tanda Candi Ratu Boko ke kiri saja, namun ini bagi Anda yang menggunakan bus besar. Untuk masuk ke area Candi Ratu Boko harus naik tangga yang lumayan menguras tenaga. Jika Anda meggunakan mobil pribadi atau motor, maka dari pintu masuk bus tadi lurus lagi ke arah Piyungan, setelah ada tanda Candi Ratu Boko, maka ke kiri, ikuti arah rambu. Jalan ke arah yang satu ini sempit berkelok dan menanjak, jadi pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima. Untuk bus tidak bisa melewatinya karena jalan yang terlalu sepit untuk bus.

Parkirkan kendaraan Anda terus ambil tiketnya. Untuk masuk ke Candi Ratu Boko per orang dikenakan biaya Rp 25 ribu, namun jika Anda membeli paket dengan wisata Candi Prambanan maka harga hanya Rp 45 ribu sudah termasuk transportasi (untuk wisata ke Candi Prambanan saja Rp 30 ribu). Ongkos itu belum termasuk biaya parkir kendaraan jika Anda menggunakan motor atau mobil pribadi. Jarak dari Candi Prambanan hanya 3 km ke arah selatan atau sekitar 15 menit dengan kendaraan bermotor.

Masuk ke area Candi Ratu Boko Anda diberi air mineral botol kecil yang dingin, supaya Anda tidak kehausan, karena cuaca di Candi Ratu Boko panas meskipun letaknya di atas bukit. Tak ketinggalan Anda harus memakai kain batik yang sudah disediakan pada pintu masuk. Anda dipandu bagaimana mengenakan kain baitiknya.

Jalan menuju Situs Ratu Boko

Jalan menuju Situs Ratu Boko


Sungguh luar biasa, di atas bukit tempat Istana Ratu Boko terdapat sebuah dataran yang sangat luas. Masuk ke sini bagaikan masuk ke keraton pada jaman dulu. Selain itu pemandangan kota Yogyakarta yang indah dapat dilihat dari sini. Tak ketinggalan pemandangan Gunung Merapi yang eksoti juga bisa dilihat jika cuaca lagi cerah.

Situs Ratu Boko terletak di perbukitan Boko dengan ketinggian sekitar 195 meter. Luas situs ini sekitar 160.898 meter persegi yang terletak di dua desa, yaitu Dusun Sumberwatu (Desa Sambirejo) dan Dusun Dawung (Desa Bokeharjo) Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Jogja.

Di sekitar situs Ratu Boko ini dijumpai peninggalan arkeolog dalam bentuk struktur bangunan antara lain Candi Barong, Candi Miri, Stupa Dawangsari, Candi Ijo dan Candi Banyunibo. Secara umum peninggalan arkeolog ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu peninggalan arkeolog yang berada di bukit Boko barat dan Bukit Boko timur.

Peninggalan arkeolog yang berada di bukit Boko barat berupa jalan setapak , saluran air, kolam-kolam, dan fragmen gerabah lokal dan asing. Adapun peninggalan arkeolog yang berada di bukit timur dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok barat, tenggara, dan timur. Peninggalan arkeologi yang termasuk dalam kelompok barat yaitu Candi Batu Putih, Gugusan Gapura Utama I dan II, Talud, Candi Pembakaran, kolam penampungan air, konstruksi umpak, serta dua buah batu paseban. Kelompok tenggara terdiri dari bangunan pendapa, beberapa buah batur batu, miniatur candi, kompleks kolam, dan buah batur keputren. Kelompok Timur terdiri dari Gua Lanang, Gua Wadon, kolam, dan tangga.

Gapura

Gapura Situs Ratu Boko

Gapura Situs Ratu Boko

Gapura Situs Ratu Boko terdiri dari dua buah bangunan berbentuk paduraksa dengan puncak bangunan (atap) berbentuk ratna dan berfungsi sebagai gerbang masuk utama. Gapura I terbuat dari batu andesit, namun lantai, tangga, dan pagar terbuat dari batu putih. Gapura I berukuran panjang 12,15 meter, lebar 6,90 meter, tinggi 5,005 meter, dan mempunyai tiga pintu masuk. Gapura II berukuran panjang 18,60 meter, lebar 9 meter, dan tinggi 4,50 meter, mempunyai 5 pintu masuk.

Pendopo
Pagar Pendopo Situs Ratu Boko berukuran panjang 40,80 meter, lebar 33,90 meter, dan tinggi 3,45 meter. Kaki dan atap pagar keliling terbuat dari batu andesit, sedangkan tubuhnya terbuat dari batu putih. Di dalam pagar keliling terdapat dua buah batur. Batur sisi utara berukuran panjang 20,57 meter, lebar 20,49 meter, dan tinggi 1,43 meter. Batur sisi selatan disebut Pringgitan berukuran panjang 20,50 meter, lebar 7,04 meter, dan tinggi 1,51 meter. Kedua buah batur ini dihubungkan dengan selasar yang terdiri dari batu andesit.

Di atas batur pendapa terdapat 24 umpak, sedangkan di atas batur Pringgitan terdapat 12 umpak. Umpak-umpak tersebut diperkirakan diperkirakan berfungsi sebagai landasan tiang penyangga yang terbuat dari kayu. Batur bangunan ini merupakan bangunan sentral yang di atasnya didirikan tiang-tiang sebagai penyangga bangunan dan diperkirakan mempunyai dinding bangunan.

Paseban
Paseban terdiri dari 2 batur, yaitu paseban timur dan Paseban barat. Paseban Timur berukuran panjang 24,60 meter, lebar 13,3cmeter, dan tinggi 1,16 meter. Paseban barat berukuran panjang 24,42 meter, lebar 13,34 meter, dan tinggi 0,83 meter. Dua bangunan Paseban diperkirakan saling berhadapan, namun fungsinya belum dapat diketahui secara pasti. Dinamakan Paseban karena berdasarkan analogi dengan bangunan kraton pada masa sekarang. Paseban adalah ruang tunggu bagi tamu yang akan menemui raja.

Keputren

Keputren


Situs Ratu Boko merupakan peninggalan sejarah yang bercorak Hinduisme dan Buddhisme yang dibangun pada abad VIII-IX Masehi. Ini berarti pada waktu itu toleransi antar umat beragama telah ada. Pada waktu pertama kalinya situs ini adalah sebuah kompleks wihara sebagaimana tercatat dalam prasasti Abhayagiriwihara. Prasasti tersebut berangka tahun 792 Masehi. Peninggalan arkeolog yang bersifat Buddhisme lainnya yaitu runtuhan stupa, Arca Dhyani Budha, dan Stupika.
ratu boko (keputren)
Pada tahun 856 Masehi, situs ini berubah menjadi kediaman seorang pengusaha bernama Rakai Walaing Pu Kumbhayoni yang beragama Hindu. Temuan arkeologi berupa prasasti yaitu prasasti Ratu Boko A, B (berangka tahun 856 Masehi), dan C semua mengandung keterangan tentang pendirian Lingga, yaitu Lingga Krrtivaso, Lingga Tryambaka, dan Lingga Hara. Prasasti lain yang ditemukan yaitu Prasasti Pereng berangka tahun 862 Masehi. Prasasti ini mengandung keterangan pendirian sebuah bangunan suci untuk dewa Siwa, yaitu Candi Badraloka. Peninggalan arkeologi yang lain yang bersifat Hinduisme adalah Arca Durga, Arca Ganesa, miniatur candi, yoni, dan prasasti dari lempengan emas.
Benteng

Benteng


Selain itu, Situs Ratu Boko juga ditemukan sejumlah benda-benda keramik antara lain berasal dari Dinasti ming (abad XIV-XVII Masehi), Dinasti Sung (abad XI-XIII Masehi). Dijumpai pula masa yang lebih tua lagi, yaitu Dinasti T’ang (abad VIII-IX Masehi). Dari penemuan-penemuan prasasti tersebut diperkirakan Situs Ratu Boko lama dihuni.
Situs yang rusak

Situs yang rusak


Selama kegiatan pemugaran telah ditemukan beberapa penemuan menarik diantaranya prasasti emas yang ditemukan pada peripih di bak penampungan air. Prasasti tersebut berbunyi ‘om rudra ya nama swaha’ yang artinya pujian bagi Dewa Rudra (Siwa).

Situs Ratu Boko pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1790 oleh Boeckholtz. Pada tahun 1814 Makenzic, Junghun, dan Brumund mengadakan pencatatan terhadap peninggalan-peninggalan di Bukit Ratu Boko. Pada tahun 1915 FDK Bosch menyebut reruntuhan di Bukit Boko ini dengan “Kraton van Ratoe Boko”.

Tangga ke bawah tanah

Tangga ke bawah tanah


Upaya pemugaran Situs Ratu Boko telah dimulai pada tahun 1938. Usaha ini terus berlanjut hingga tahun 1973. Pemugaran semakin intensif dilakukan hingga tahun 1990-an yang masih terus dilanjutkan hingga tahun 2000-an.

Jika Anda berkunjung ke situs Ratu Boko ini serasa memutar waktu ke jaman kerajaan dulu. Begitu luar biasa arsitektur yang telah dibangun pada peradaban di masa itu.

———————————————————-
Baca juga:
Legenda Terbuatnya Candi Prambanan
Wisata Sejarah dan Budaya di Candi Prambanan
———————————————————-
Jika Anda ingin berlangganan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

3 responses

  1. aku ingin tahu apa benar manusia yang membangun para candi-candi yang ada dengan batu yang beratnya dapat diangkat dengan mesin bukan manusia toh ……saat itu belum ada peralatan modern seperti sekarang ?

    1. Yang jelas pada jaman candi-candi tersebut dibangun belum ada peralatan yang canggih seperti sekarang ini.

  2. Keren sekali di Candi yang satu ini, tampaknya saya harus kesana lagi, dan lebih lama lagi menikmati suasananya yang magis 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: