Masih Kecil Anak Harus Nurut Orang Tua, Sudah Dewasa Sebaliknya


orang tua
Orang tua adalah orang yang merawat anak-anaknya sejak dilahirkan. Selain merawat, mereka mendidik dan membesarkan anak-anaknya hingga tumbuh menjadi dewasa. Banyak pengorbanan yang telah mereka lakukan kepada anak-anaknya. Tak peduli dalam kondisi apapun mereka berusaha supaya anak-anaknya bisa memperoleh masa depan yang lebih baik dari mereka.

Harapan tiap orang tua tentulah masa depan anak-anaknya lebih baik dari pada mereka. Tak jarang ‘siang dibuat malam’ dan ‘malam dibuat siang’ hanya demi kehidupan buah hatinya yang mapan kelak di kemudian hari. Harapan orang tua tersebul tentulah hal yang wajar, mengingat pada saat ini mencari kehidupan yang baik tidaklah mudah. Jaman sekarang segala sesuatu harus diraih dengan pengorbanan yang tidak mudah.

Untuk masa depan yang lebih baik pada jaman sekarang berbeda dengan jaman dahulu. Jika pada jaman dahulu orang tua yang mempunyai tanah yang luas atau harta yang melimpah, maka bisa dibilang masa depan anak-anaknya tidak kekurangan. Tapi hal tersebut tidak berlaku untuk jaman sekarang. Saat ini punya tanah yang luas atau harta benda yang banyak jika tidak mempunyai pendidikan yang baik, maka seluas apapun tanahnya atau sebanyak apapun hartanya akan cepat habis. Maka pendidikan saat ini adalah cara yang lebih baik untuk mempersiapkan masa depan anak dari pada hanya tanah atau harta yang melimpah.

Untuk mendapatkan pendidikan yang baik, maka anak dan orang tua harus saling kerja sama yang baik. Tak hanya modal uang saja yang dipunya orang tua. Anakpun harus punya tanggung jawab untuk sungguh-sungguh dalam belajar. Jangan sampai mengecewakan orang tua. Jangan sampai menggunakan uang yang telah diberikan oleh orang tua yang seharusnya untuk biaya pendidikan malah digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna.

Pendidikan tidak hanya sebatas sekolah menengah saja, jika perlu, sejauh apapun yang anak inginkan dalam pendidikan hendaknya orang tua mendukungnya. Dukungan tidak harus berupa harta saja, jika anak mempunyai kemampuan akademik atau non akademik yang bagus yang membuat anak bisa mendapatkan beasiswa ke tingkat pendidikan paling tinggi (S3) haruslah orang tua sepenuhnya mendukung.

Dengan demikian, anak harus mentaati orang tua supaya masa depan yang baik diraihnya dengan gemilang. Tidak hanya urusan pendidikan saja yang menentukan masa depan anak, urusan pasangan hidup anak jangan sampai menentang orang tua. Jika anak sudah mendapatkan calon pasangan hidup, hendaknya anak juga harus berkonsultasi dengan orang tua. Cocokkah orang tua dengan calon pasangan hidup anak. Jangan sampai pasangan hidup hanya cinta kepada anaknya saja, namun dengan orang tua tidak mencintai. Jika hal ini terjadi, maka bukan hal yang mustahil orang tua akan tidak bahagia. Bukankan kebahagian orang tua seharusnya juga menjadi kebahagiaan anak? Maka seyogyanya anak dalam hal memilih pendamping hidup harus mendapatkan restu orang tua.

Setelah anak berumah tangga dan mempunyai penghasilan yang mapan, maka kini anak harus bisa membahagiakan orang tua. Orang tua biasanya akan mendapatkan kebahagiaan manakala anak mendapatkan momongan. Cucu yang dinanti-nanti akan mendatangkan kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Hal yang paling membahagiakan bagi seorang kakek atau nenek adalah menimang cucunya.

Orang tua saat sudah lanjut dan harus menikmati masa tuanya, maka mereka harus nurut kepada anaknya. Anak hanya akan membahagiakan orang tua. Jika dulu apapun akan dilakukan oleh orang tua guna membahagiakan anaknya, maka sekarang sebaliknya. Anak seharusnya melakukan apapun supaya orang tua bahagia, sepanjang apa yang dilakukan anak baik. Orang tua juga seharusnya menuruti apa yang dikatakan anaknya sejauh apa yang dikatakan anaknya tersebut baik.

Sebagai contoh, jika orang tua sakit, maka anak seharusnya membawa orang tua ke dokter atau rumah sakit. Orang tua harus nurut apa yang akan dilakukan oleh dokter atau rumah sakit. Biaya hendaknya jangan menjadi beban bagi orang tua, anak sebaiknya yang harus memikirkan masalah biaya. Psikologi orang tua hendaknya dijaga oleh anak supaya mempercepat proses penyembuhan.

Jika dulu pada waktu anak masih kecil, orang tua yang harus merawatnya, maka sekarang anak sudah dewasa harus yang merawat orang tua. Jika dulu pada waktu anak masih kecil harus nurut dengan orang tua, maka sekarang setelah anaknya dewasa dan mapan orang tua harus nurut kepada anaknya.

——————————————————–

Baca juga:
Jangan Terlalu Banyak Memberi Uang Saku Kepada Anak, Kenapa?

——————————————————–

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: