Apa & Siapa yang Berperan dalam Penyembuhan Pasien?


Ilustrasi, foto: Republika

Ilustrasi, foto: Republika


Sakit adalah sesuatu yang tidak mengenakkan. Karena sakit sering diri sendiri dan juga orang lain dibuat repot. Terutama pada orang-oran g terdekat seperti anggota keluarga dan juga tetangga. Apalagi jika sakit yang diderita adalah sakit yang parah yang tak kunjung sembuh.

Sebenarnya semua penyakit bisa disembuhkan, namun kadang karena saat ini belum ada obat medis yang ditemukan untuk menyembuhkan sakit, maka suatu penyakit yang diderita pasien dinyatakan tidak atau belum ada obatnya oleh dokter. Sebut saja penyakit HIV/AIDS dan diabetes adalah dua penyakit yang saat ini belum ada obatnya.

Namun, tak jarang suatu penyakit yang oleh dokter tidak bisa disembuhkan dengan obat medis ternyata bisa disembuhkan dengan pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif banyak macamnya, bisa dengan ramuan herbal maupun dengan doa tertentu. Penyakit yang semula tidak bisa diobati secara medis setelah dibawa ke pengobatan alternatif ternyata bisa sembuh baik secara fisik maupun pemeriksaan ulang oleh medis.

Dalam menghadapi penyakit yang diderita oleh pasien, tentunya harus ada pihak-pihak yang membuat atau mempercepat kesembuhan pasien. Siapa saja pihak-pihak yang berperan dalam proses penyembuhan pasien? Berikut ini ulasannya.

1. Semangat pasien untuk sembuh
Hal pertama yang mempercepat proses penyembuhan penyakit adalah semangat dari dalam diri pasien itu sendiri. Jika adalam diri pasien sudah ada semangat untuk sembuh, maka tindakan medis apapun yang akan diberikan kepada pasien, maka pasien akan dengan senang hati mau mentaatinya. Misal seorang pasien harus dioperasi karena menderita suatu penyakit tertentu, karena pasien mempunyai semangat untuk sembuh maka tindakan operasi dan yang lainnya akan dituruti, termasuk mentaati jadwal kontrol dan juga minum obat.

Jika tidak ada semangat untuk sembuh, maka tindakan apapun yang akan dilakukan oleh medis tidak akan ditaati, jika sudah begitu maka penyakit yang diderita oleh pasien juga susah untuk disembuhkan, bahkan bisa menjadi lebih parah.

2. Dokter dan diagnosis penyakit yang tepat
Pemilihan dokter yang profesional dan diagnosis penyakit oleh dokter yang tepat sehingga penyakit dapat segera diatasi. Hal ini dikarenakan tindakan medis dan obat yang diberikan kepada pasien juga sesuai dengan penyakit yang diderita.

Keputusan dokter dalam hal ini sangat menentukan, jadi nyawa adalah taruhan pasien. Jika salah dalam diagnosis dokter, maka bisa jadi nyawa melanyang. Jika sudah demikian, maka bisa dikatakan malpraktik.

3. Orang-orang terdekat
Orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, dan juga tetangga juga sangat berperan dalam proses penyembuhan pasien. Saran dari orang-orang terdekat yang bermanfaat dapat digunakan untuk acuan bagaimana pasien dalam menghadapi cobaan penyakit yang dideritanya.

Dukungan dan semangat dari orang-orang terdekat bisa meringankan beban psikologi dari pasien, sehingga pasien merasa lebih nyaman dalam menghadapi penyakitnya. Jika demikian, maka proses penyembuhan juga lebih cepat.

4. Tenaga medis
Tenaga medis yang dimaksud di sini adalah para pekerja medis selain dokter. Mereka adalah perawat, petugas farmasi , petugas kebersihan di rumah sakit, dan juga petugas yang berkenaan dengan menu makan pasien.

Perawat yang sabar dan ramah dalam melayani pasien membuat pasien senang. Pasien merasa bahwa dirinya sangat diperhatikan dan dirawat dengat baik.

Petugas farmasi dalam hal ini adalah apoteker dan petugas yang melayani obat pasien. Pelayanan obat yang benar membuat pasien cepat tertangani penyakitnya. Meskipun petugas farmasi hanya membaca resep dari dokter, akan tetapi jika salah dalam membacanya dan memberikan obat yang tidak sesuai dengan apa yang ditulis oleh dokter, maka akan berakibat fatal.

Kebersihan ruang bangsal adalah tanggung jawab dari petugas kebersihan, sehingga ruang bangsal yang bersih sangat mendukung proses penyembuhan pasien. Selain itu kebersihan peralatan medis juga sangat menentukan proses penyembuhan pasien. Peralatan yang steril sangat diperlukan. Tak ketinggalan kebersihan yang lain seperti sprei, bantal, dll yang dipakai oleh pasien juga harus dijaga, jika kotor langsung minta petugas kebersihan segera menggantinya.

Petugas yang berkaitan dengan menu makanan adalah ahli gizi dan petugas yang mengantar makanan ke pasien. Ahli gizi sangat diperlukan, tidak semua pasien diperlakukan sama dalam menu makannya. Jika ada keluhan pada pasien hendaknya ahli gizi harus cepat tanggap dan memberikan menu sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita oleh pasien.

5. Peralatan medis
Peralatan medis yang canggih merupakan modal untuk dapat mendeteksi penyakit pasien secara cepat. Rumah sakit yang mempunyai peralatan medis yang sewaktu-waktu diperlukan oleh pasien bisa tersedia membuat penyaktit yang diderita oleh pasien cepat teratasi.

6. Biaya
Jika sakit, maka biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Sering biaya-biaya tak terduga bisa membuat keuangan pasien dan keluarganya menipis. Akan tetapi jika ada biaya, maka tindakan medis dan obat-obatan yang mahal bisa diatasi. Selain biaya reguler, jika pasien mempunyai jaminan asuransi kesehatan, maka biaya yang ditanggung oleh pasien dan keluarganya sedikit berkurang, apa lagi jika pasien butuh biaya yang mahal karena tindakan medis dan juga obat-obatan.

7. Doa
Tenaga medis sudah berusaha secara maksimal, namun pasien dan orang-orang terdekat juga harus berdoa guna mempercepat penyembuhan penyakit yang diderita oleh pasien. Tanpa ada dukungan doa, maka usaha yang telah dilakukan dari pihak medis bisa jadi tidak berjalan sesuai dengan rencana.

Selain tujuh hal tersebut di atas, tentunya psikis pasien juga harus dijaga. Keluarga, dokter, perawat, bagian farmasi dalam hal ini sangat berperan. Misal masalah biaya sebaiknya jangan membuat beban psikologis pasien. Kasihan pasien yang sudah sakit masih dibebani dengan tagihan-tagihan yang membuat pasien tidak bisa tenang. Jika terjadi demikian, maka bukan mustahil jika proses penyembuhan dapat terhambat.

Setiap tindakan medis pihak rumah sakit yang memerlukan biaya biasanya harus ada pihak keluarga pasien yang mau bertandatangan untuk memikul beban biaya. Dokter, perawat, dan bagian farmasi sebaiknya selalu berkonsultasi kepada pihak keluarga apabila ada biaya yang menyangkut tindakan medis dan obat-obatan yang akan diberikan kepada pasien, jangan langsung ke pasien.

Apa yang telah saya paparkan di atas merupakan pengalaman dari keluarga saya, dimana ibu saya pernah mengalami tindakan medis karena suatu penyakit yang serius.

——————————————————–

Baca juga:
Begini Lho Cara Menyimpan Obat yang Benar
Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Berobat ke RS?

——————————————————–

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: