Ingin Perut Nyaman Saat Berpuasa, Ini Dia Tipsnya


Makanan saat berbuka puasa, foto: m.detik.com

Makanan saat berbuka puasa, foto: m.detik.com

Marhaban ya Ramadan. Bulan suci yang ditunggu-tunggu jutaan umat Muslim telah tiba. Bulan yang mulia dan penuh berkah ini mewajibkan umat Muslim untuk berpuasa. Berpuasa berarti menahan lapar dan dahaga sejak sebelum matahari terbit sampai waktu adzan magrib baru boleh berbuka. Selain itu pada bulan ini hawa nafsu harus juga dikendalikan agar puasa tidak batal.

Godaan kerap kali dijumpai oleh umat Muslim di saat menjalankan ibadah puasa. Makanan yang lezat dan minuman yang segar tak jarang terlihat oleh pandangan misal pada saat kita sedang di jalan atau bepergian. Godaan hawa nafsu juga tak kalah dalam menggoda orang yang berpuasa. Untuk itu, hanya imanlah yang membuat orang yang berpuasa terhindar dari godaan tersebut.

Naluriah orang yang seharian tidak makan dan tidak minum membuat orang ingin menyajikan makanan yang enak dan minuman yang lezat. Pada saat melintas di jalan, misal pada saat pulang kerja ingin sekali membeli makanan dan minuman yang beraneka ragam. Pada hal sebenarnya perut orang yang berpuasa justru menerima makanan atau minuman tidak sebanyak orang yang tidak berpuasa. Tapi kenapa orang yang berpuasa selalu ingin mengumpulkan makanan yang banyak?

Saya masih ingat ketika waktu masih SD, waktu itu setelah pulang sekolah mencari makanan apa saja. Buah yang ada di pohon dikumpulkan untuk berbuka nanti. Minuman juga tak ketinggalan, membeli minuman yang spesial menurut saya pada waktu itu. Tingkah laku tersebut tidak hanya saya saja yang melakukannya, teman-teman saya juga melakukannya.

Ternyata tidak hanya oleh anak-anak yang berpuasa saja yang melakukan tindakan mengumpulkan makanan atau minuman untuk berbuka. Orang dewasa, terutama ibu-ibu rumah tangga juga melakukannya. Pada saat berbelanja ke pasar ada saja yang ingin dibeli meskipun tas belanjaan sudah penuh. Ada yang masih kurang ini lah, ada yang masih kurang itu lah, yang jelah perilaku konsumtif malah terjadi pada saat bulan Ramadan.

Pada saat orang berpuasa, ternyata perut yang seharian kosong justru tidak membuat perut menjadi “balas dendam”. Tidak membuat perut ingin memakan semua hidangan yang ada di meja makan. Justru jika perut diisi dengan makanan yang banyak, maka perut akan “berontak”, perut akan malah tidak nyaman alias sakit.

Orang yang pada saat berbuka puasa makan yang berlebih atau seperti hari biasa yang bukan puasa, maka sering mengalami gangguan pada perut dan pencernakan. Pola makan yang tidak baik seperti makan makanan kurang serat juga mengganggu pencernakan. Makan makanan atau minum minuman yang terlalu banyak justru akan membuat perut sakit. Jika hal itu terjadi, maka ibdadah yang lain juga akan terganggu, misal pada saat tarawih akan merasa kantuk adan perut mlas atau tidak nyaman.

Untuk mengatasi hal tersebut, saya punya tips supaya perut nyaman pada saat berbuka dan pada saat berpuasa. Berikut tipsnya supaya Anda para pembaca mengetahui, apa lagi bagi Anda yang sering mengalami masalah pada perut saat berbuka dan saat berpuasa.

Golongan darah saya O, menurut beberapa literatur yang saya baca, orang yang memiliki golongan darah O cenderung lebih banyak memproduksi asam lambung. Tiap orang mempunyai asam lambung, namun jika produksinya berlebihan, makan akan menimbulkan masalah. Jadi, jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang terlalu masam pada saat berbuka atau pada saat makan sahur. Salah satu ciri orang yang asam lambungnya meningkat adalah pada saat pagi hari mandi dengan air dingin atau pada saat gosok gigi, maka rasa ingin mual terjadi. Hal itu juga saya alami, maka salah satu cara untuk mengatasinya adalah saya tidak makan makanan atau minum minuman yang masam sebelum perut diisi makanan yang lain.

Pada saat berpuasa, di meja makan biasanya penuh tersaji berbagai makanan. Mulai dari makan manis sampai makanan yang keras. Namun, saya selalu makan makanan yang manis pada saat berbuka puasa. Pada saat bedug adzan magrib berkumandang, pertama kali yang mengisi perut saya adalah minuman manis, misal teh manis. Teh manis bisa disajikan dalam hangat ataupun diberi es (es teh). Setelah itu makan takjil buah seperti pisang, kurma, melon, semangka atau makan yang lain, seperti kolak atau kue. Saya makan makanan yang masih lunak, supaya perut tidak kaget. Jangan langsung makan makanan yang keras atau berminyak, misal gorengan.

Setelah makan dan minum, lalu sholat magrib. Saya tidak pernah langsung makan berat (makan nasi) pada saat berbuka puasa. Ini saya lakukan untuk menghindari supaya perut tidak kaget. Pada saat sholat magrib ini tubuh melakukan gerakan yang akan membuat perut nyaman.

Setelah sholat magrib selesai, baru saya makan berat. Namun, saya makan nasi yang tidak banyak. Saya makan nasi tiga sendok atau setengah centong kecil saja dengan sayuran dan lauk. Saya selalu makan sayuran hijau dan lauk yang berprotein, misal tempe, tahu, ikan, ayam, atau daging. Sayuran hijau mengandung banyak serat yang bagus untuk pencernakan.

Setelah makan istirahat sambil menunggu datangnya waktu untuk sholat tarawih. Selesai sholat tarawis sekitar pukul 20.15 atau 20.45. Setelah pulang dari tarawih baru saya makan lagi, kali ini makan berat yang bisa lebih dari yang sebelumnya. Jika pada saat berbuka makan nasi tiga sendok atau setengah centong kecil, maka kali ini bisa ditambah porsinya, namun saya makan juga tidak banyak.

Pada saat sahur, saya tidak makan atau minuman yang terlalu masam. Hal ini saya lakukakan supaya asam lambung saya tidak meningkat. Pada saat sahur minum teh dan makan seperti pada hari biasa.

Kebiasaan tersebut sudah saya lakukan bertahun-tahun, dan alhamdulillah perut merasa nyaman menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Jika Anda mempunyai pengalaman dalam hal buka puasa atau makan sahur supaya perut nyaman dan ibadah puasa tidak terganggu, Anda bisa menuliskan pada kolom komentar.

———————————————-

Baca juga:
10 Tips Untuk Sebuah Hati Sehat
10 Tips Diet Bagi Penderita Hipertensi
10 Tips Diet yang Aman

———————————————

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

5 responses

  1. Reblogged this on BEKAM GURAH CENTER (BGC) and commented:
    Badan sehat ibadah jalaqn terus,.,.jika ada gangguan kesehatan bisa menghubungi bekam gurah center.,.,.,

  2. anggap makan malam 15 menit, jadinya selesai makan jam 20.30. kan katanya tidur paling baik harus nunggu jeda 3 jam dari makan malam terakhir. jadinya jam 23.30 baru tidur n jam 3 pagi bangun untuk sahur. setiap hari tidur cuma 3,5 jam dong

    1. Siang kan bisa tidur meskipun hanya satu jam. Memang pada saat bulan Ramadan waktu untuk tidur tidak sama dengan pada bulan yang lain.

      1. istirahat kerja aja cuma setengah jam. ga bisa buat buat tidur. kecuali kalo sabtu minggu bisa tidur sepuasnya. hehehe

      2. Ya pandai-pandai mengatur waktu saja. Tidak harus satu jam kok, 10 atau 15 menit juga sudah cukup. Tidak tidur siang juga tidak masalah, saya sudah terbiasa seperti itu. Yang penting harus tetap semangat di bulan Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: