Lulus Bukanlah Akhir Perjuangan dalam Belajar


Aksi corat-coret dan konvoi siswa SMP dalam merayakan kelulusan, tidak boleh ditiru

Aksi corat-coret dan konvoi siswa SMP dalam merayakan kelulusan, tidak boleh ditiru

Kelulusan anak sekolah dimulai dari SMA dan sederajat disusul SMP dan sederajat, serta SD/MI. Hal ini dikarenakan Ujian Nasional pada masing-masing jenjang juga berurutan. Kelulusan mereka bukanlah akhir dari segala perjuangan untuk belajar. Masih ada jalan panjang yang akan dilalui oleh mereka yang sudah lulus. Namun demikian, sering kelulusan dijadikan ajang pesta pora karena telah dinyatakan lulus. Bahkan beberapa di antara mereka yang saya amati belum dinyatakan luluspun sudah melakukan aksi corat-coret, seakan-akan ini adalah pesta kemenangan yang paling akhir.

Di balik aksi sukacita berpesta konvoi di jalanan sebenarnya banyak kerikil tajam dan duri yang menghadang mereka. Namun mereka tidak menyadarinya dan cuek saja dengan apa yang telah mereka lakukan. Ujian yang masih mereka hadapi tentunya harus mempersiapkan apa yang harus dilakukan setelah lulus.

Bagi mereka yang telah lulus SMA maka akan mencari perguruan tinggi yang akan menjadikan studi lanjutannya. Untuk mendapatkan kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak yang berkompetisi untuk memperebutkan kursi jurusan yang mungkin satu kursi bisa diperebutkan oleh ratusan calon mahasiswa.

Mereka yang tidak mampu bersaing akhirnya harus merelakan mencari kursi di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Memang lebih mudah masuk PTS, namun biaya yang dikeluarkan juga tidak seperti di PTN. Biaya untuk dapat kuliah di PTS bisa jadi dua kali atau lebih bila dibandingkan dengan di PTN. Ini tergantung dari jenis PTS, fakultas, dan jurusan yang akan diambil.

Jika mereka tetap ingin melanjutkan studi di PTN dan pada tahun di mana mereka diluluskan belum bisa karena kalah bersaing, maka tahun berikutnya bisa menjadi alternatif pilihan. Namun untuk tahun berikutnya saingan bukanlah bertambah ringan, justru malah sebaliknya. Tiap tahun peminat jurusan yang menurut banyak calon mahasiswa dianggap favorit terus meingkat, sehingga dibutuhkan kesiapan yang lebih pula bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada hal bagi mereka yang sudah lulus dan tidak lagi belajar seperti halnya yang masih duduk di bangku sekolah sangatlah susah untuk mempelajari materi ujian masuk PTN (SNMPTN). Ini terjadi jika mereka hanya mengandalkan belajar mandiri. Lain halnya jika mengikuti bimbingan di lembaga bimbingan belajar (bimbel). Itu pun harus mengeluarkan biaya selama bimbel, jadi harus ada tambahan biaya sebelum masuk PTN.

Banyak yang sudah berjuang untuk mendapatkan kursi dengan jurusan tertentu di PTN yang sampai harus mengorbankan baik materi maupun rela berpisah dengan keluarga. Banyak pula sebelum mendapatkan kursi di PTN terlebih dahulu mendaftar di PTS pada jurusan yang diinginkan dengan alasan jika mendaftar di PTS pada gelombang awal (pertama) biaya lebih terjangkau bila dibandingkan dengan gelombang berikutnya (kedua, ketiga, dst). Pengorbanan materi seperti merelakan uang pangkal yang telah dibayarkan di muka pada sebuah PTS hilang dan hanya mendapatkan kembali tidak lagi 100% juga kerap kali dilakukan karena telah mendapatkan kursi di PTN yang diinginkan.

Gambaran di atas bagi mereka yang mampu dalam biaya. Bagi yang tidak mampu maka sebagian di antara mereka harus bekerja terlebih dahulu untuk bisa mencari biaya kuliah. Selain itu banyak juga calon mahasiswa dari kalangan kurang mampu membanting tulang sambil kuliah untuk mewujudkan masa depannya yang lebih baik dari sekarang dan juga lebih baik dari pada orang tuanya.

Bagi lulusan SMK yang tidak melanjutkan studinya maka harus memulai untuk mempersiapkan kehidupan mendatang. Mereka mungkin harus mencari kerja atau memulai usaha dengan bekal dari sekolah, karena di SMK memang dipersiapkan bagi mereka yang tidak harus melanjutkan studi lanjutan. Persaingan dunia kerja saat ini sangat ketat. Bagi mereka yang tidak memiliki ketrampilan yang bagus maka akan kalah dan “tergilas” dengan yang lainnya. Untuk itu bagi lulusan SMK seharusnya mampu bersaing dengan para pencari kerja yang lain.

Bagi pelajar SMP dan sederajat yang telah dinyatakan lulus juga harus mempersiapkan untuk melanjutkan ke SMA/MA/SMK tentunya. Perjuangan ini tidaklah mudah, mengingaat bagi yang ingin melanjutkan di sekolah negeri harus mempunyai bekal nilai yang bagus, apa lagi jika sekolah yang diinginkan adalah sekolah terbaik atau favorit. Apakah mereka akan melanjutkan ke sekolah yang nanti dituntut sebaiknya melanjutkan studi lanjutan (SMA/MA) atau tidak harus melanjutkan studi (SMK). Selain berdasarkan nilai yang harus dipenuhi juga harus mempersiapkan mental dan yang lainnya seperti harus kos karena jauh dari tempat tinggal.

Bagi yang tidak masuk di sekolah negeri harus siap-siap mencari alternatif di sekolah swasta. Untuk itu biaya yang harus dikeluarkan juga tidaklah sedikit bila dibandingkan dengan di sekolah negeri. Bagi yang mempunyai biaya tidak masalah masuk di sekolah swasta yang berbiaya besar. Kebanyakan sekolah swasta yang berbiaya tinggi memang banyak dicari karena pendidikan di sekolah ini lebih bisa diandalkan. Fasilitas yang serba bagus mendukung pendidikan, hal ini yang membuat sekolah swasta bagus berbiaya tinggi.

Bagi yang kurang mampu dan melanjutkan ke sekolah swasta memang tidak banyak pilihan. Terpaksa harus masuk di sekolah swasta yang “biasa”. Namun demikian jangan kecil hati, jika mau berusaha keras maka tidak akan kalah dengan mereka yang bersekolah di sekolah negeri maupun sekolah swasta favorit. Yang terpenting adalah carilah prestasi selama belajar di sekolah yang bersangkutan. Jika tidak bisa di bidang akademik, maka carilah prestasi di nonakademik seperti seni, olahraga, dll.

Begitu pula dengan pelajar SD/MI yang lulus juga mengalami seperti kakak jenjangnya harus mencari sekolah baru setelah lulus. Peran orang tua dalam mencari sekolah baru sangat dibutuhkan. Selain dari segi biaya, juga dari segi pemilihan sekolah yang sesuai dengan kehendak orang tua dan juga anak. Anak tidak bisa seenaknya sendiri dalam memilih sekolah. Selain itu peran keluarga yang lain juga dibutuhkan manakala dalam pemilihan sekolah mengalami kendala.

Memang hidup ini penuh dengan perjuangan, karena pendidikan adalah perjuangan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik di masa yang akan datang. Dengan pendidikan maka kehidupan yang akan datang bisa lebih diprediksi dan diperhitungkan, walaupun kadang prediksi tersebut tidak sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan. Namun setidaknya sudah ada persiapan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Selamat berjuang bagi yang telah dinyatakan lulus. Bagi yang belum dinyatakan lulus bisa mengikuti paket C (SMA dan sederajat) dan paket B (SMP dan sederajat).

—————————————-

Baca juga Masuk PTN Tahun 2013 Berbeda dengan Tahun Sebelumnya.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: