10 Negara Terbaik dan Terburuk Untuk Jadi Seorang Ibu


Ilustrasi, Ibu dan bayinya, dok narconon.ca

Ilustrasi, Ibu dan bayinya, dok narconon.ca

Ibu adalah wanita yang melahirkan dan menyusui anaknya. Ibu juga mendidik anak supaya menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara. Di tangan ibu, segala urusan rumah tangga biasanya diatasi. Mulai dari mengasuh anak sampai urusan beres-beres rumah.

Oleh karena itu, selayaknya ibu dihormati dan dijunjung tinggi derajatnya. Namun demikian masih banyak negara yang kurang berperan bagus terhadap perjuangan ibu ini karena faktor sosial, ekonomi, maupun politik negara yang bersangkutan. Tapi ada juga negara-negara yang sangat layak untuk menjadi ibu yang baik.

Seperti dilansir dari CNN (09/05/2013) menurut Save The Children, indeks peringkat negara-negara berdasarkan lima indikator baik seorang ibu yang terdiri dari kesehatan ibu (resiko kematian ibu), kesejahteraan (angka kematian anak di bawah lima tahun) anak-anak, status pendidikan (jumlah tahun pendidikan formal wanita), status ekonomi (pendapatan nasional bruto per kapita), dan status politik (partisipasi perempuan dalam pemerintahan nasional).

Finlandia menjadi negara terbaik untuk menjadi seorang ibu dari 176 negara. Hal ini didasarkan pada survei dan penelitian tahunan yang dilakukan oleh lembaga Save The Children. Australia adalah satu-satunya negara non-Eropa untuk menempatkan 10 besar. Amerika Serikat peringkat 30, berkinerja buruk tingkat kematian balita, kematian ibu, dan partisipasi politik, dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.

Negara-negara industri hanya 1% dari bayi yang baru lahir meninggal pada hari pertama hidup mereka, tetapi di antara mereka AS memiliki angka kematian tertinggi dengan sekitar 11.300 kematian setiap tahun. Laporan ini menilai tingginya kelahiran prematur (satu dari delapan kelahiran) tertinggi kedua di dunia. AS juga memiliki tingkat kelahiran remaja tertinggi dari setiap negara industri dan ibu remaja di AS cenderung memiliki pendidikan kurang, perawatan kehamilan, dan sumber daya keuangan dari pada rekan-rekan mereka yang lebih tua.

Peringkat pertama dalam 10 negara dengan angka kematian bayi tertinggi adalah India dengan 876.200 bayi pertahun. Indonesia menempati peringkat ke-8 dengan 66.300 bayi meninggal dunia per tahun, setelah Nigeria, Pakistan, China, RD Kongo, Ethiopia dan Bangladesh.

Negara-negara Afrika Sub-Sahara menduduki peringkat 10 tempat terburuk untuk menjadi seorang ibu, adalah Republik Demokrasi Kongo, terlebih karena kemiskinan dan perang saudara berkepanjangan. Sementara bayi yang baru lahir, anak, dan ibu angka kematian telah menurun di seluruh dunia berkembang dalam dua dekade terakhir. Laporan itu menemukan bahwa kemajuan telah lambat di wilayah ini. Negara-negara berkembang kekurangan kesehatan dasar bagi perempuan dan bayi mereka sebelum, selama, dan setelah melahirkan untuk sebagian besar kematian bayi dan ibu. Indonesia menempati posisi ke-106 dalam daftar tersebut.

Lembaga asal Inggris ini mengatakan bahwa 75 persen angka kematian bayi bisa dihindari dengan cara-cara sederhana dan dasar. Di antaranya adalah menggunakan antiseptik untuk membersihkan tali pusar demi mencegah infeksi, cara perawatan “kantung kangguru” untuk menjaga bayi tetap hangat, atau mendorong ibu untuk memberikan ASI ekslusif.

Berikut ini 10 negara terbaik untuk seorang ibu:

1. Finlandia

2. Swedia

3. Norwegia

4. Islandia

5. Belanda

6. Denmark

7. Spanyol

8. Belgia

9. Jerman

10. Australia

Berikut ini 10 negara terburuk untuk seorang ibu:

167. Pantai Gading

168. Chad

169. Nigeria

170. Gambia

171. Republik Afrika Tengah

172. Niger

173. mali

174. Sierra Leone

175. Somalia

176. Republik Demokrasi Kongo

—————————–

Baca juga Jangan Terlalu Banyak Memberi Uang Saku Kepada Anak, Kenapa?

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Terima kasih Anda sudah mengunjungi blog ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: