10 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Membeli Makanan/Minuman


Makanan dan minuman kemasan, doc themarketeers.com

Makanan dan minuman kemasan, doc themarketeers.com


Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari makanan atau minuman harus kita sediakan dengan cara membeli. Makanan yang kita konsumsi sebagian besar harus kita beli masih dalam bentuk mentah. Sehingga jika kita harus mengkonsumsinya kita harus mengolahnya sesuai dengan selera kita. Namun tak jarang kita harus membelinya dalam bentuk masak atau siap saji.

Minuman yang dijual di pinggir jalan

Minuman yang dijual di pinggir jalan


Kebiasaan membeli makanan kemasan yang siap saji saat ini cenderung meningkat. Faktor praktis dan kesibukan dijadikan alasan untuk membelinya. Tak jarang mereka yang sering membeli makanan atau minuman ini tidak memperhatikan kandungan gizi atau zat yang dikandungnya, sehingga tidak memperhatikan resiko bahaya yang ditimbulkan kelak di kemudian hari.

Untuk membeli makanan/minuman yang sudah masak dan siap dikonsumsi kita harus berhati-hati. Jangan sampai makanan atau minuman yang kita beli nanti menimbulkan masalah. Masalah yang terjadi biasanya menyangkut kesehatan jika makanan atau minuman tersebut kita konsumsi. Makanan yang belum dimasak pun harus kita waspadai jika memang kita harus membelinya untuk dikonsumsi. Bukan karena kuantitasnya, namun yang paling penting adalah kualitas dari makanan yang kita beli tersebut.

Berikut ini 10 hal yang harus kita perhatikan dalam membeli makanan/minuman.

1. Tanggal kadaluarsa

Jika Anda membeli makanan atau minuman dalam kemasan sebaiknya langkah pertama yang harus Anda perhatikan adalah tanggal kadaluarsa yang tertera pada label kemasan. Setiap produsen wajib mencantumkan tanggal kadaluarsa produknya. Anda jangan hanya tergiur dengan kelezatan makanan atau minuman yang akan Anda beli. Jika Anda menemukan produk makanan atau minuman kemasan yang tanggal kadaluarsanya sekitar satu bulan atau kurang pada saat Anda akan membeli, lebih baik tinggalkan dan jangan dibeli. Anda juga berhak untuk melaporkan kepada pihak toko yang menjualnya. Apa lagi jika tanggal kadaluarsa melebihi batas. Tak jarang beberapa toko yang nakal sengaja melakukan ini karena toko tidak mau rugi.

Anda harus waspada pada saat menjelang hari perayaan misal Idul Fitri atau Natal. Tak jarang juga produk makanan/minuman sudah kadaluarsa sengaja disisipkan pada parcel yang sudah dikemas. Saya hampir mengalami hal yang demikian. Saya katakan kepada pemilik toko. Kebetulan pemilik toko kooperatif dan menarik produk yang sudah kadaluarsa dari tokonya.

Jika Anda membeli makanan basah yang hanya bertahan sampai tiga hari, pastikan makanan tersebut ada label tanggal kadaluarsanya. Misal pada produk roti basah yang dijual biasanya hanya mempunyai waktu yang pendek 3 sampai 5 hari saja.

Selain tanggal kadaluarsa yang harus diperhatikan, tanggal pembuatan sebaiknya juga harus Anda perhatikan. Jangan sampai Anda membeli makanan kemasan dengan tanggal kadaluarsa sampai lebih dari 2 tahun.

2. Sertifikat halal

Khusus untuk umat Muslim, pastikan produk makanan/minuman yang Anda beli bersetifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikat hahal ini penting, karena dengan adanya sertifikat halal ini menjamin bahwa makanan/minuman yang dipasarkan sudah sesuai dengan standar kesehatan dan syariat Islam. Bagi Anda yang bukan Muslim penting juga karena sertifikat halal ini bisa menjamin kualitas dari produk tersebut.

Semua produk makanan atau minuman yang dijual di Indonesia harus mendapatkan sertifikat hahal. Jika Anda kebetulan membeli produk makanan atau minuman dari luar dan belum ada sertifikat halal, maka sudah dipastikan bahwa produk tersebut masuk ke Indonesia dengan cara illegal. Kecuali produk makanan tertentu yang memang bukan untuk dikonsumsi umat Muslim, misal daging babi. Pihak toko juga harus secara jelas menerangkan tentang produk yang bukan untuk umat Muslim tersebut.

3. Tempat membeli

Perhatikan juga tempat dimana anda akan membeli makanan atau minuman. Disarankan jangan membeli makanan atau minuman pada tempat orang yang berjualan di dekat dengan tempat pembuangan sampah. Hal ini dapat mencerminkan dari kualitas makanan yang dijualnya. Apa lagi jika makanan atau kinuman yang dijual tidak dalam kemasan, misal gorengan, kue basah, dan lain-lain.

Kebersihan tempat untuk menjual makanan atau minuman harus kita perhatikan. Tak lupa juga jika Anda membeli makanan atau minuman yang bukan kemasan pastikan orang yang berjualan selalu menutup barang dagangannya tersebut.

4. Kemasan atau pembungkus

Sebelum Anda membeli makanan atau minuman pastikan kemasan atau pembungkus produk dalam keadaan baik dan tidak rusak. Jika dalam kemasan kaleng maka kaleng tidak cacat. Jika dalam kemasan plastik pastikan plastik tidak robek atau bocor. Jangan hanya tergiur karena rasanya yang enak dan harganya yang murah saja sehingga melupakan faktor keamanan dalam kemasan.

Jika Anda membeli makanan atau minuman yang panas yang bukan dalam kemasan maka Anda harus memperhatikan wadah yang digunakan untuk membungkus saat Anda membawa pulang. Jangan membawa pulang makanan atau minuman dalam keadaan panas pada plastik steroform, karena ini sangat berbahaya. Makanan atau minuman panas yang dibungkus dengan sterofom dapat menyebabkan keracunan. Jangan membungkus makanan atau minuman panas dalam plastik yang berwarna hitam. Warna hitam pada plastik adalah senyawa karbon. Ini juga berbahaya karena dapat menyebabkan kanker. Memang akibat yang tibul tidak saat itu juga, akibat yang timbul mungkin 5 sampai 10 tahun, apa lagi jika kebiasaan ini sering dilakukan, maka akan terakumulasi dalam tubuh.

5. Usia yang mengkonsumsi dan faktor kesehatan

Anda membeli produk makanan atau minuman tentunya sesuai kebutuhan orang yang mengkonsumsinya. Anda harus memperhatikan makanan atau minuman yang akan Anda beli untuk dikonsumsi orang yang berusia berapa? Misal, jangan sampai minuman bersoda dikonsumsi oleh anak balita atau bayi. Selain itu faktor kesehatan orang yang mengkonsumsi juga harus diperhatikan. Misal makanan yang terlalu masam jangan dibeli jika orang yang akan mengkonsumsinya menderita penyakit yang berkaitan dengan lambung, misal asam lambung, ulkus, atau maag.

6. Warna

Sering untuk menarik daya beli, makanan atau minuman diberi warna-warni semenarik mungkin. Tapi Anda harus berhati-hati, jangan asal membeli makanan atau minuman yang menarik dipandang. Ini sering hanya tipuan saja. Warna yang mencolok harus diwaspadai. Untuk makanan yang menggunakan pewarna makanan yang baik, biasanya warnanya pudar dan tidak mencolok. Warna makanan yang lebih baik dari alami, misal untuk kuning digunakan kunyit dan untuk hijau dari daun pandan atau daun suji.

Warna makanan merah yang tidak baik dari Rhodamin B. Ini adalah warna yang seharusnya untuk tekstil. Jika masuk ke dalam tubuh maka akan berakibat pada kerusakan hati dan ginjal juga kanker jika terakumulasi dalam jangka waktu tertentu.

7. Bentuk

Bentuk makanan yang tidak sesuai dengan yang masih aslinya jangan dibeli. Misal makanan yang tidak dalam kemasan sudah ada yang terpotong atau tergores. Selain itu makanan yang terlalu kenyal juga jangan dibeli. Misal tahu yang terlalu kenyal harus diwaspadai, lebih baik jangan dibeli. Kemungkinan tahu tersebut diberi pengawet mayat atau sering disebut borax.

Jika Anda membeli sayuran, Anda jangan membeli sayuran yang bagus daunnya. Daun yang bagus tidak ada lubangnya harus diwaspadai. Bisa jadi sayuran ini disemprot dengan pestisida. Cari sayuran yang daunnya ada lubang karena dimakan ulat atau belalang. Ini mengindikasikan bahwa sayuran tersebut baik untuk dikonsumsi

8. Bau

Anda harus waspada jika membeli bahan makanan dari ikan atau daging. Ikan atau daging yang baik berbau khas ikan atau daging. Namun jika Anda menemukan bau yang sudah tidak enak lagi ini berarti ikan atau daging tersebut sudah mengalami pembusukan. Waspada juga dengan kualitas insang pada ikan yang Anda beli. Insang dari ikan yang masih segar merwarna merah segar dan tidak pucat.

Waspada juga dengan ikan atau daging yang tidak dihinggapi lalat. Bisa jadi ikan atau daging tersebut telah diberi pengawet seperti borax.

9. Kandungan nutrisi

Belilah makanan kemasan yang mencantumkan kandungan nutrisi yang ada pada luar kemasan. Anda harus membaca zat apa saja yang terkandung di dalamnya. Ini harus dilakukan karena jangan sampai makanan yang Anda beli sia-sia tidak dimakan karena kandungan gizi atau nutrisi yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh.

10. Pengawet dan pemanis

Kebanyakan makanan kemasan yang dapat bertahan lama menggunakan pengawet. Namun yang harus Anda perhatikan adalah pengawet makanan tersebut sesuai dengan kondisi orang yang akan makan atau tidak. Bagi orang-orang tertentu pengawet dapat menyebabkan alergi. Misal orang yang menderita asma akan kambuh jika mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu karena pengawetnya.

Tak jarang makanan atau minuman baik yang dalam kemasan maupun tidak menggunakan pemanis bukan gula atau sering disebut dengan biang gula. Pemanis ini adalah pemanis sintetis. Sebaiknya hindari pemanis sintetis ini karena tidak baik untuk kesehatan apa lagi jika sering mengkonsumsinya dalam jangka waktu tertentu. Pemanis yang termasuk sintetis antara lain sakarin, dulsin, siklamat, sorbitol, dan aspartame. Jika kebetulan Anda menemukan pada kemasan terdapat tulisan pemanis pada komposisi tersebut lebih baik jangan dibeli.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik link halaman (page) facebook berikut kemudian beri jempolkan Anda (like):
http://www.facebook.com/Cauchymurtopowordpresscom
atau ikuti (follow) melalui twitter https://twitter.com/CauchyMurtopo

Terima kasih Anda sudah mengunjungi blog ini.

Iklan

One response

  1. Tempat membeli memang jadi faktor juga tuh..
    Kecuali terdesak, mau gak mau ya beli juga di situ ;(

    Kunjungan balik yah ke web aku http://www.greenpack.co.id/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: