Modus Baru Penipuan, Pelaku Beri Tahu Nomor HP Baru


Ilustrasi pelaku sedang menelpon korban

Ilustrasi pelaku sedang menelpon korban


Modus penipuan memalui telepon genggam atau ponsel (HP) saat ini marak terjadi. Korbannya mulai dari kalangan orang yang masih muda sampai dengan orang dengan usia lanjut. Korban juga dari kalangan orang dengan taraf ekonomi rendah sampai orang berkantong tebal. Banyak modus penipuan melalui ponsel dengan menggunakan pesan singkat atau SMS.

Beberapa modus penipuan lewat SMS antara lain dengan meminta pulsa. Pelaku mengirim SMS kepada korban dengan meminta pulsa jika dirinya dalam keadaan darurat misal kena tilang polisi, kecelakaan, atau bahaya yang lain. Modus yang lain dengan mengirim SMS supaya korban mengirimkan uang ke rekening ke pelaku, nomor rekening sudah dicantumkan pada SMS lengkap atas nama nomor rekening entah dapat dari mana, karena jika kita membuka rekening nama pemilik rekening harus sesuai dengan KTP.

Modus yang lain adalah pelaku mengirim SMS kepada korban bahwa nomor ponsel (HP) korban mendapat hadiah dari operator yang dipakai korban. Masih modus hadiah, pelaku mengirim SMS ke korban bahwa korban mendapatkan hadiah dari perusahaan terkenal. Dari modus hadiah tadi korban disuruh menghubungi ke nomor tertentu. Dari situ korban dipandu untuk mentransfer sejumlah uang.

Dari beberapa modus di atas, ternyata ada modus baru dalam penipuan dengan menggunakan ponsel. Modus itu adalah pelaku pura-pura kenal dengan korban dan memberi tahu jika nomor HP nya ganti dan menyuruh korban untuk menyimpan nomor baru dan menghapus nomor lama. Kali ini pelaku tidak mengirim SMS, melainkan langsung menelpon korban.

Hal ini seperti yang terjadi pada teman sekantor saya pada hari Minggu dan Senin tanggal 10 dan 11 Februari 2013. Sebut saja Mrs. AS yang menjadi korban. Pada hari Minggu korban mendapat telpon dari pelaku seorang lelaki yang sok kenal dengan korban. Pelaku mengatakan kalau nomor HP nya ganti, nomor baru yang digunakan untuk menelpon dan korban disuruh untuk menyimpannya, sementara nomor yang lama disuruh menghapusnya.

Berikut ilustrasi percakapan pelaku dan korban pada hari Minggu. “Hallo, Mbak, nomor HP ku ganti” kata pelaku. Tanpa pikir panjang korban mengatakan menyebut nama seseorang. “Ini Paijo ya” jawab korban. Paijo bukan nama yang sebenarnya. Lalu dijawab pelaku “Iya Mbak, aku Paijo, nomor ini disimpan ya, dan nomorku yang lama tolong dihapus saja”. Akhirnya korban menyimpan nomor baru pelaku dengan nama di phone book “Paijo”. Untungnya nomor lama masih di HP dan korban lupa tidak menghapusnya.

Pada hari berikutnya, yaitu hari Senin sekitar jam istirahat makan siang pelaku menelpon korban. Nomor HP pelaku yang sudah disimpan korban membuat korban langsung tidak curiga jika telpon tersebut dari penipu. Korban mengenal nomor HP tadi dari Paijo salah satu orang yang dikenal korban. Tanpa ada rasa curiga sedikitpun korban menjawab pertanyaan dari pelaku.

Pelaku pura-pura dalam keadaan darurat mendapat musibah. “Mbak, aku Paijo, aku dapat musibah, aku menabrak orang dan sekarang orangnya masuk di rumah sakit di UGD” kata pelaku dengan nada seolah-olah kejadian yang sebenarnya. “Mbak, aku dikirimi pulsa 50 ribu untuk nelpon orang tua yang kutabrak” tambah pelaku. Bahkan situasi dibuat mirip seperti orang yang berada di jalan lengkap dengan suara percakapan seperti orang yang kecelakaan. Pelaku meminta korban memberi pulsa. “Mbak, tolong diberi pulsa 100 ribu untuk dua orang polisi ya, jadi 200 ribu”. Terus korban menanyakan untuk apa uang itu. “Untuk apa pulsa 100 ribu untuk dua orang polisi” tanya korban dengan nada yang panik. “Begini mbak, ada dua orang polisi di sini, sebenarnya polisi minta uang damai 500 ribu, akan tetapi mereka berdua malu jika menerima uang tersebut di sini karena banyak orang” jawab pelaku dengan nada memelas dan meyakinkan kepada korban. “Supaya mereka tidak malu, maka mereka tidak mau menerima dalam bentuk uang melainkan pulsa saja 100 ribu untuk dua orang, tolong pulsa dikirim ke nomor ini” tambah pelaku dengan nada tambah meyakinkan.

Akan tetapi korban tidak mau menuruti permintaan pelaku. “Banyak banget 200 ribu” jawab korban menolaknya. Terus pelaku menawar kepada korban mengurangi nominal pulsa. “Mbak, 50 ribu saja untuk telpon polisi, nanti yang lain biar aku yang urusi” jawab pelaku agak kecewa karena permintaannya tidak dituruti. Korban masih menawar lagi. “Untuk telpon saja kok mahal banget, 20 ribu saja ya, ini teman sekantorku ada yang jual pulsa tapi kalau 50 ribu saldo pulsanya tidak ada” jawab korban meminta keringanan. Akhirnya korban meminta temannya untuk mentransfer pulsa kepada pelaku 20 ribu.

Setelah itu Mrs. AS yang sebagai korban cerita kepada teman-teman sekantor. Mrs. AS lalu menelpon nomor HP Paijo yang kebetulan lupa tidak dihapusnya. Waktu Paijo ditelpon, Paijo yang asli mengatakan kalau dia di suatu tempat di Kota Solo dalam keadaan baik dan tidak mengalami kecelakaan, apa lagi menabrak orang sampai masuk UGD di rumah sakit. Teman-teman termasuk saya bilang kalau Mrs. AS kena tipu. Mrs. AS baru sadar kalau dia kena tipu setelah mendengar keterangan langsung dari Paijo yang asli. Dia menceritakan kalau dia pada hari sebelumnya mendapat telepon dari seseorang yang ganti nomor HP.

Dari kasus penipuan di atas, dapat saya ungkap beberapa fakta, analisis, dan cara mencegah terjadinya penipuan sebagai berikut.

1. Jangan sebut nama seseorang. Jika ada orang yang tak dikenal menelpon Anda dan memberi tahu kalau orang tersebut ganti nomor, maka jangan langsung menyebut nama orang yang Anda kenal. Pelaku pasti mengatakan “ya” dan nama orang yang Anda sebutkan tadi pasti disimpan pelaku. Hari berikutnya menelpon pelaku langsung menyebut nama orang yang Anda sebut tadi. Dalam kasus di atas “Paijo”. Ajukan beberapa pertanyaan seperti nama, alamat, dan keterangan lain. Pasti pelaku akan kebingungan menjawab. Jika pelaku menyebut nama seseorang yang kebetulan Anda kenal, ajukan pertanyaan lagi. Tanya alamatnya di mana dan apa pekerjaannya. Pasti ada jawaban dari pelaku yang salah. Dari situ Anda dapa menyimpulkan bahwa ini adalah penipuan.

2. Nomor HP lokal. Pelaku mencari target nomor HP korban yang satu daerah asal nomor (Home area). Perlu Anda ketahui, setiap operator selular mempunyai kode area setelah prefix number (4 digit nomor kode operator). Misal untuk operator Telkomsel Simpati dengan prefix 0813 maka untuk kode area Jawa Tengah dan DIY 27, 28, 29, 91, 92, 93. Jadi 6 digit angka menjadi 081327xxxxxx, 081328xxxxxx, 081391xxxxxx, dan seterusnya. Bigitu juga dengan operator yang lain digit ke 5 dan 6 atau sampai 7 merupakan kode area. Untuk Telkomsel area Sumatra Bagian Selatan setelah prefix 0813 atau 0852 adalah 67 sampai 78. Untuk operator Indosat Mentari area Jateng dan DIY setelah prefix 0815 atau 0816 adalah 65 sampai 75. Untuk operator XL setelah prefix 0819 area Sumatra Selatan dan Bangka Belitung adalah 18, 49, 95, 96, 97, 98. Itu adalah beberapa contoh kode area operator selular. Antara operator satu dengan yang lainnya mempunyai kode area yang berbeda. Pelaku juga merupakan orang lokal, ini dilakukan supaya korban lebih cepat mengenal nama orang yang dikenal korban, dalam kasus di atas “Paijo” dan tidak curiga. Kasus di atas terjadi di daerah Solo Raya, bahasa masyarakatnya Bahasa Jawa, jadi tadi sebenarnya percakapan menggunakan bahasa Jawa. Pelaku juga mengenal daerah-daerah korban berada. Bisa jadi juga pelaku beraksi di daerah-daerah lain. Orangnya berbeda-beda disesuaikan dengan bahasa dan logat masing-masing daerah. Saya kira ini adalah sebuah sindikat. Pelaku terorganisir dan sulit dilacak polisi karena banyak korban yang tidak melapor ke polisi.

3. Pelaku meyakinkan korban. Apa yang dikatakan pelaku pada hari pertama dan kedua menelpon sangat meyakinkan korban dan membuat korban tidak curiga meskipun korban mungkin mempunyai latar belakang pendidikan psikologi. Teman sekantor saya kebetulan juga berlatar belakang pendidikan psikologi tetapi dia tidak mengira kalau Paijo palsu (pelaku) adalah penipu. Suaranya mirip sekali dengan Paijo yang asli.

4. Pelaku mencari waktu yang tepat untuk menelpon korban. Pada saat hari kedua pelaku menelpon korban waktu jam makan siang. Ini sangat tepat karena pada jam seperti itu orang yang bekerja sedang istirahat, jadi ada waktu luang untuk mendapatkan pulsa. Jika waktu yang untuk menelpon pada jam sibuk, maka kecil kemungkinan dilayani oleh korban karena sibuk dengan pekerjaannya.Pada hari ketiga yaitu hari Selasa, pelaku masih menelpon korban berkali-kali pada saat jam istirahat juga akan tetapi tidak dihiraukan oleh korban.

5. Pelaku menggunakan kartu yang satu operator dengan korban. Ini dilakukan oleh pelaku supaya lebih menghemat pulsa. Jika berlainan operator maka pulsa pelaku akan cepat habis. Pelaku menggunakan kartu yang sudah dibuat paket menelpon, misal jika menggunakan operator Telkomsel ada paket Talkmania pada Simpati, untuk Indosat Mentari ada paket obrol, untuk XL dengan paket 1000 telpon dapat 200 menit, dan lain-lain. Beberapa operator selular di Indonesia menawarkan paket menelpon antara 1000 sampai 3000 untuk dapat menelpon ke sesama operator dari satu jam hingga dua jam.

6. Pelaku menggunakan kartu prabayar. Meskipun kartu prabayar harus diregistrasi, namun kenyataanya dapat diregistrasi dengan nama, nomor identitas, dan alamat yang palsu. Bahkan banyak kartu perdana yang sudah diaktifkan oleh counter, pembeli tinggal memakai kartu tanpa harus meregistrasi terlebih dahulu. Sehingga ini dapat dimanfaatkan oleh penipu, jika nomor sudah diketahui maka penipu akan ganti nomor dengan mudah dan harga yang sangat murah. Kartu pasca bayar tidak mungkin bisa digunakan untuk menipu karena mudah langsung dapat dideteksi karena pada saat mendaftar kartu harus menggunakan KTP atau identitas lain yang masih berlaku.

7. Nomor HP pelaku tidak bisa dihubungi. Pelaku biasanya menggunakan aplikasi soft ware khusus untuk menelpon atau SMS. Aplikasi ini hanya bisa digunakan untuk menelpon atau SMS yang dilakukan oleh pelaku. Beberapa tipe HP mempunyai fitur dapat menyaring atau memblokir SMS atau telpon yang masuk. Jika korban ingin menghubungi misal SMS atau menelpon balik maka tidak bisa. Ini yang dimanfaatkan oleh pelaku dengan mengincar beberapa korban yang sulit dilacak, kecuali jika korban lapor ke polisi dan nomor HP pelaku aktif, maka polisi dapat melacak pelaku dengan menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS).

Bisa jadi jika Mrs. AS menuruti permintaan pelaku, pelaku minta jutaan rupiah pura-pura untuk biaya rusah sakit. Pelaku minta ditransfer sejumlah uang lewat rekening bank yang diberikan ke korban.

Jika Anda mempunyai opini atau pernah mengalami kasus penipuan lewat HP, Anda dapat menuliskan pada kolom komentar. Opini atau pengalaman Anda supaya dibaca oleh orang lain dan supaya tidak terjadi lagi kasus penipuan khususnya lewat HP. Jika Anda berkenan, mohon tulisan ini dishare (dibagi) lewat twitter atau facebook yang ada di bawah tulisan ini.

——————————–

Baca juga:
Penipuan Jual Beli Online, Pelaku Meniru Situs Aslinya
Teknologi Semakin Canggih, Modus Kejahatan Semakin Canggih Pula
Hati-hati Beriklan di Situs Jual Beli Online
BEBERAPA JENIS KEJAHATAN DI ATM DAN CARA MENGHINDARINYA
Tips Supaya tidak Kena Tipu Lewat SMS

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

18 responses

  1. Wah, ngeri juga tuh, soalnya ada yang telpon gituan.. soalnya lagi nyetir, jadi gak diangkat.. orangnya telpon lagi saya pas lagi meeting, jadi gak diangkat lagi, terus akhirnya gak nghubungi lagi.. jadi saya beruntung gak ngangkat tu telpon, coba kalau ngangkat bisa-bisa saya ditipu jutaan!

    thx infonya…

    1. Terima kasih Bu Sindy atas informasinaya untuk berbagi di blog ini. Mungkin masih banyak yang mengalami nasib serupa. Semoga kasus-kasus penipuan seperti ini cepat diungkap oleh pihak yang berwajib.

  2. smoga kasus ini cepat di ungkap oleh polisi,,
    karna pernah ada kasus serupa dengan membawa nama polisi dengan modus di tilang dan minta uang damai melalui korban di suruh transfer pulsa.

  3. thanks infonya
    saya sudah terkena penipuan dengan modus ada pesan sejenis ucapan selamat gratis sms sebanyak 30 sms ke operator lain,
    dan saya mendapatkan ucapan SELAMAT KARTU ANDA TERPILIH SEBAGAI PEMENANG POINT, INFO LEBIH LANJUT HUB 0819930637301
    sehingga saya percaya
    karena tidak berbentuk sms
    lalu dia meminta saya ke mesin ATM
    selanjutnya saya dipandu melalui handphone
    untuk transfer menggunakan teks bahasa inggris
    maklum, saya kurang memahami bahasa inggris
    dan akhirnya kurang lebih 3 juta rupiah uang saya hilang melalui transaksi ATM
    berhati-hatilah dengan hadiah yang dadakan
    kalau memang kita berhak mendapatkannya hanya perlu nomor rekening yang kita kirimkan,
    TIDAK PERLU TRANSAKSI MELALUI MESIN ATM !
    HATI-HATI PENIPUAN BANYAK MACAMNYA!

    1. Terima kasih Anda sudah mau berbagi pengalaman di sini. Semoga pengalaman pahit Anda bisa dibaca dan bermanfaat bagi orang lain.

  4. Hati hati jg terhadap undian berhadiah atas nama telkomsel,indosat,xl,sidomuncul dan yg lainnya,soalnya ada pin hadiah yg d cantumkan dan cek d situs webs,pin semua sama dari seluruh provider,maka berhati hati lah kalau ada sms undian berhadiah yg mengatas namakan perusahaan telekomunikasi atau yg lainnya,semoga coretan ini bermanfaat

    1. Terima kasih atas informasinya. Saya juga sering dapat SMS seperti itu, seringnya SMS pada dini hari. Bisa jadi yang mengirim SMS dari bui. Saya pernah membacanya di sebuah media online.

  5. Hati hati dengan nomor HP +6281326689222 dengan modus sok kenal dan dicurigai memakai ilmu gendam atau sejenisnya, sehingga calon korban mendengar dan mengira kenalannya karena suara dan logatnya persis sama dengan kolega ataupun kenalan dari calon korban. Dan akhirnya si penipu meminta uang untuk ditransfer ke 5283-01-014880-53-4 a/n Khadijah. Sampai saat info ini saya kirim, nomor HP yang disebutkan diatas masih aktif dan penipu masih berani pula menjawab telepon dan menantang untuk dilaporkan ke polisi. Mudah mudahan si penipu terlacak oleh polisi dan diberikan hukuman yang setimpal. Demikian info dari saya dan kejadian penipuan ini saya alami sendiri di pertengahan bulan Januari 2014. Waspadalah!

  6. Oh sama saya jg mengalami kmrn tgl 10 mei 2014. Pelaku mengirim sms lewat call center bahwa saya dpt undian telkomsel sebesar 15jt. Dan pelaku blg ini bkn penipuan dan ibu silahkan kirim no rekening.dan bisa di cek di atm sekarang. Saya penasaran cek diatm tdk ada transferan 15 jt dan pelaku tlpn sudah masuk blm bu saya jawab blm dan pelaku memandu saya mengoperasikan lewat atm dan memberi no pin dan alangkah kagetnya saya suruh ketik transfer seseorang ktnya ada beban bayar lewat bank lain. Saya curiga ktny pelaku yg byr beban dana mngkn pajak maksudnya kok pakai atm saya walaupun dia kasih no pin sblm transfer. Dan saya tarik semua uang yg tersisa di tabungan khawatir pelaku macam2 dg rekening saya. Pelaku marah2 knp ditarik uangnya dan suami mengajak saya pulang dari mesin atm dan menyuruh non aktifkan hp

    1. Terima kasih Anda sudah sharing di sini. Semoga pengalaman Anda bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi pembaca yang lain.

  7. Dulu gan teman saya ampir jga ketipu!
    penipu:ass.ade ayah lagi di kantor polisi di tilang motor.Ayah minta pulsa dulu isi yang 50 rb buat sms ke temen ayah!.
    Ramdan:emang nya ayah masih hidup??
    Penipu:??
    Dia langsung matin tlpon karna binung

  8. Info untuk semua:
    081287824916 dan 081287824917 telah melakukan penipuan modus kirim pulsa,pelaku memakai nomor yg sdh tidak di pake pemilik 7 tahun lalu,(hilang) dengan menelpon sydan pulsa 200rb pun melayang,dengan alasan kena razia dan minta damai ( ini nomor temen saya yg sdh tidak terpakai 7th lalu dan di salah gunakan,mohon bantuannya agar tidak terjadi korban laiinnya,karena pelaku pasti tau kalo temen saya org bisnismen) terima kasih ;085718374845,d mohon jk punya no hp ga terpake/hilang agar sgr di non aktifkan ke CS nya,krn ini dpt di manfaatkan oleh org tak bertanggung jawab.

    1. Terima kasih Anda sudah berbagi di sini, senoga pengalaman yang Anda bagi bisa menjadi pelajaran bagi kita semua supaya tidak terkena tipu.

  9. mudah-mudahan orang yang suka menipu itu diampuni dosanya oleh Allah SWT dan oleh orng yang telah mereka tipu.amin

  10. makin serem ya cara orang mendapat uang 😦 harus lebih berhati2 dan berpikir jernih

  11. Seru !!! sekitar sejam yg lalu sy menerima telpon dari +6281273191777 modusnya adalah pemenang undian Telkomsel. Kemudian pemilik nomor diatas menyuruh saya ke mesin ATM untuk dipandu proses transaksi hadiahnya. Kemudian saya berangkat…. sampai di mesin ATM saya dipandu untuk melakukan transaksi dgn mengikuti langkah-langkah yang dimaksudkanx. Karena Kartu ATM yang sy gunakan memiliki saldo yg kosong, akhirnya pelaku menyuruh sy untuk mengisi nomor rek. sy minimal Rp. 500.000, Kata pelaku minimal saldo akhir 500.000 agar bisa ditransfer hadiahnya ke ATM sy, namun saya bersikeras tuk tetap gunakan ATM kosong,, akhirnya pelaku merasa kesal. Jadi jalan terakhir yg sy lakukan adalah menyuruhnya untuk mengambil saja hadiah itu, lalu dia langsung mematikan telpon…. hahahahaha kasian bngat penipunya, sdh menelpon lama juga tdk dapat apa2.

  12. +6285270519910
    nomor tsb baru saja telp awak dg modus pura2 teman lama dan sdh ganti nomor. krn kesal malam2 gini telp, awak minta pulsa lha. Eh ditutup. Iseng cek internet ternyata modus baru tepu2, pdhl awak td yakin dia teman makanya bercandalah awak minta pulsa dulu. Bodat ini orang, belum pernah awak saksang.

  13. Saya juga mengalami hal ini: si penipu mengaku kenal kepada saya. Saya tanya, “Kamu siapa?” Dia menjawab suatu nama. Saya tidak kenal nama itu lalu saya pura2 mengingatnya. Sampai akhirnya saya tanya balik, “La, namaku siapa?” Dia kebingungan menjawabnya, “Nggak tahu.” Ha ha, dia kena batunya. Teleponnya langsung saya tutup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: