Sudah Jarang Dijumpai Penggembala Ternak


Penggembala kambing

Menggembala kambing


Pada waktu saya masih kecil, waktu SD dulu saya sering menggembala kambing bersama teman-teman. Sekitar tahun 1980an kegiatan menggembala kambing di desa saya banyak dilakukan anak seusia saya pada waktu itu setelah pulang dari sekolah. Kebanyakan diantara kami menggembala kambing jenis wedus gembel yaitu kambing yang berbulu gimbal.

Mulai awal tahun 1990an kegiatan menggembala ternak tersebut sudah jarang terlihat. Apa lagi di awal tahun 2000 di desa-desa sudah jarang saya temui anak-anak yang menggembala kambing atau ternak yang lain. Mungkin ini suatu kemajuan, di satu sisi perekonomian di desa sudah semakin membaik, tapi di sisi lain mungkin anak-anak jaman sekarang sudah tidak mau lagi menggembala ternak. Mereka beralasan gengsi atau malu jika menggembala ternak.

Kambing ini istirahat dengan santai tanpa harus khawatir ada kendaraan

Kambing ini istirahat dengan santai tanpa harus khawatir ada kendaraan

Beberapa anak yang saya temui mereka mengaku lebih tertarik pada permainan game online dari pada menggembalakan ternak. Bagi mereka bermain game online lebih menyenangkan. Selain itu juga lebih senang berselancar di dunia maya pada situs pertemanan seperi jejaring sosial facebook.

Memang saat ini jaman sudah berubah, tidak gaul jika tidak punya facebook. Kegiatan menggembala ternak dinilai oleh anak-anak sekarang sudah ketinggalan jaman. Hanya orang-orang dewasa tempo dulu yang masih mempertahankan menggembala ternak.

Saat saya sedang jalan-jalan di area persawahan di daerah Klaten, Jawa Tengah saya sangat tertarik pada penggembala bebek. Orang yang menggembala bukan lagi anak-anak, usianya sudah sekitar 50an tahun. Bapak yang menggembala bebeknya sedang menghalau supaya ternaknya tidak keluar dari barisan. Saya sangat tertarik melihat pemandangan ini. Peralatan yang dibawa sangat sederhana, hanya sebilah bambu panjang sekitar 3 meter yang ujungnya diberi rumbai-rumbai dari tali rafia. Bambu tadi untuk mengatur ternak supaya menurut berjalan pada jalan yang dia inginkan.

Menggembala bebek

Menggembala bebek

Bebek digembala pada sawah yang telah selesai dipanen. Sisa padi yang rontok menjadi makanan bagi bebek-bebek tadi. Selain itu katak-katak kecil dan belut juga merupakan makanan yang lezat bagi bebek. Bebek digembala biasanya pada pagi hari sampai siang.

Asiknya bebek-bebek ini mandi di sawah

Asiknya bebek-bebek ini mandi di sawah

Di tempat terpisah saat saya jumpai seorang penggembala kambing dipinggir jalan persawahan. Seorang kakek menggembalakan sepuluh ekor kambing jenis wedus gembel. Kambing-kambing tersebut sangan menikmati rumput yang hijau. Bagi kambing ini adalah makanan yang sangat lezat.

Di tempat lain seorang penggembala kambing berusia sekitar 40an tahun menggembalakan kambingnya dipinggir jalan. Tampak kambing-kambing yang saya perhatikan sudah kenyang dan beristirahat di jalan beraspal. Sepertinya kambing-kambing tersebut sudah biasa istirahat di jalan dan tidak takut lagi dengan kendaraan yang melintas.

Di waktu yang berbeda pada pagi hari sekitar pukul 06.30 saya melihat seorang yang menngembalakan kerbau. Waktu itu saya sedang berkendara menuju kantor. Ini sungguh pemandangan yang jarang saya jumpai. Di kampung halaman saya dekat bandara Adisumarmo sudah tidak bisa dijumpai lagi kerbau. Kerbau yang dulunya untuk membajak sawah sudah digantikan bajak modern traktor.

Pagi-pagi kerbau sudah harus digembala

Pagi-pagi kerbau sudah harus digembala

Kerbau adalah hewan yang suka dengan kubangan air. Kerbau digembalakan di sawah yang berlumpur, memakan singgang (tunas pada bekas tanaman padi yang sudah dipanen). Kerbau digembalakan pagi mulai sekitar pukul 04.30 dan pukul 06.30 sudah pulang. Sebelum pulang saya lihat penggembala kerbau menggiring kerbau-kerbaunya ke sungai dekat sawah untuk mandi setelah badannya kotor kena lumpur dari sawah.

Kerbau pulang ke kandang

Kerbau pulang ke kandang

Lagi-lagi penggembala kerbau tadi orang dewasa dan bukan anak-anak seperti pada jaman saya waktu masih kecil dulu. Jaman memang sudah berubah, mungkin suatu saat jika orang di desa tidak lagi memelihara ternak, orang tidak lagi menggembalakan ternaknya nasib anak dan cucu kita tidak bisa lagi melihat penggembala. Hanya tinggal cerita saja tentang penggembala kambing, kerbau, atau bebek. Bahkan anak-anak nanti tidak lagi mengetahui mana kambing, kerbau, sapi, dan lain-lain. Semoga saja ini tidak terjadi.

Iklan

6 responses

  1. emang kok pak sekarang ini susah dijumpai orang menggembala ternak. waktu jaman saya kecil dulu, angon kebo (kerbau) sambil mandi disungai bersama kerbau.. asiik sekali.

    1. Terima kasih Pak Parman sudah berbagi cerita di sini.

    1. Terima kasih atas kunjungan di blog saya. Saya mendapatkan foto-foto tadi dari berbagai tempat yang berbeda, jadi kurang paham benar nama tempatnya.

  2. endang sulandari | Balas

    Pada waktu aku masih kecil aku juga pernah mengembala bebek ,aku sangat senang sekali kalaubebekubertelur saat aku mengembalannya.

    1. Terima kasih Bu Endang sudah berbagi pengalaman di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: