Kerja Bakti Bangun Gapura


Kerja bakti atau gotong-royong merupakan tradisi di masyarakat Indonesia. Bahu-membahu bekerja sama untuk mewujudkan suatu tujuan tertentu. Kerja bakti biasanya dilakukan secara bersama-sama pada waktu tertentu, misal di hari Minggu.

Manfaat kerja bakti bisa memupuk tali persaudaraan antar warga. Tiap orang punya masalah, tapi pada saat kerja bakti ini kita bisa melupakan masalah kita, bahkan pada saat kerja bakti ada obrolan, maka bisa jadi masalah kita selesai. Jadi ada yang memberi solusi. Manfaat lain adalah beban yang berat bisa kita pikul bersama-sama, sehingga “berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing”. Masih banyak lagi manfaat dari kerja bakti ini.

Kerja bakti bangun garura RT 01/VI

Kerja bakti bangun garura RT 01/VI

Seperti yang dilakukan oleh warga di RT 01 RW 06 Desa Tagung Rembun, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah melakukan kerja bakti. Kerja bakti warga RT 01 ini membuat gapura pintu masuk kampung. Pada saat saya mendatangi warga pada Minggu (20/01/2013) kerja bakti ini sudah memasuki minggu keenam. Kerja bakti ini hanya dilakukan pada hari Minggu saja mulai dari pagi sampai sore seperti pada waktu jam kerja. Dipilihnya hanya hari Minggu karena selain hari Minggu para warga bekerja. Mereka yang bekerja sebagai orang kantoran ada waktu jika kerja bakti dilaksanakan pada hari Minggu.

Sebenarnya gapura masuk ke kampung pada RT 01 desa Tagung Rembun semula sudah ada, akan tetapi karena sudah ketinggalan model dan bentuknya, maka dengan kesepakatan warga gapura yang ada direnovasi. Renovasi gapura juga sudah dilakukan pada RT 02 dan RT 03 di desa ini sebelumnya, jadi tinggal RT 01 yang masih dalam proses renovasi.

Kerja bakti bangun gapura RT 11/I

Kerja bakti bangun gapura RT 11/I

Selain di Desa Tagung Rembun, desa tetangga Tagung Guli juga melakukan hal yang sama. Kali ini pada RT 11 RW 01 melakukan kerja bakti bangun gapura. Untuk RT 11 baru dua minggu melaksanakan kerja bakti. Warga di RT 11 tidak hanya merenovasi gapura, melainkan membuat gapura baru karena warga di di sini belum pernah mempunyai gapura untuk masuk kampung. Terdapat tiga gapura yang akan dikerjakan. Letak RT 11 memanjang di sepanjang jalan Simo – Kalioso bersebelahan dengan desa Tagung Rembun dan terdapat tiga jalan masuk kampung, jadi dibutuhkan tiga gapura.

Baik di RT 01 desa Tagung Rembun maupun RT 11 desa Tagung Guli menerapkan jika warganya tidak ikut kerja bakti maka dikenai denda. Denda yang dibebankan kepada warga per Kepala Keluarga (KK) adalah Rp 30.000,00 tiap kali ada kerja bakti per hari. Khusus di desa Tagung Rembun denda per setengah hari, artinya jika warga hanya setengah hari ikut kerja bakti maka dikenakan denda separuhnya. Tidak ikut dari pagi sampai pukul 12.00 atau dari pukul 12.00 sampai sore dikenakan denda Rp 15.000,00.

Sebenarnya bukan masalah denda yang diinginkan, tapi partisipasi warga yang utama. Karena denda segitu bagi mereka yang mampu sangatlah kecil. Kerja bakti ini akan terus dilakukan oleh kedua desa tersebut sampai gapura yang diinginkan warga terwujud dan diharapkan semua KK ikut serta. Jika tidak bisa maka harus ada yang mewakili.

Itulah salah satu gambaran dari budaya masyarakat kita yang selalu gotong-royong. Di desa memang masih sangat kental dengan semangat kebersamaan. Lain lagi dengan di kota yang sudah agak pudar. Hanya dari pribadi yang merasa memiliki sajalah yang akan melaksanakan gotong-royong. Terus semangat saya ucapkan kepada RT 01 dan RT 11.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: