Pramuka Gudep 69-70 MAN Model Pangkalpinang Piknik ke Air Terjun Perlang


Air terjun Perlang

Air terjun Perlang


Bagi orang kota kesibukan tiap hari membuat pikiran menjadi tegang. Pergi jalan-jalan ke pusat perbelanjaan sudah hal yang biasa dan tidak membuat pikiran menjadi segar. Lain halnya jika jalan-jalan ke tempat yang satu ini, ke tempat pedesaan yang udaranya masih segar dan bebas dari polusi serta menikmati sejuk dan indahnya air terjun.

Seperti yang dilakukan sekelompok anggota pramuka Gudep 69-70 MAN Model Pangkalpinang, propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) baik yang masih aktif belajar maupun yang sudah alumni. Sekitar tiga puluhan anggota pramuga gudep tersebut ramai-ramai berpiknik ke air terjun Perlang. Air terjun Perlang terletak di Desa Sadap, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Babel. Dari Koba (Ibukota Bangka Tengah) sekitar 30 km. Nama sebenarnya bukan air terjun Perlang, nama yang sebenarnya adalah air terjun Desa Sadap. Perlang adalah nama desa tetangga Desa Sadap, akan tetapi karena sejak dulu nama Perlang sudah dikenal banyak orang terutama masyarakat Bangka maka air terjun itu sering disebut air terjun Perlang.

Keinginan anggota Pramuka Gudep 69-70 MAN Model Pangkalpinang untuk berpiknik ke air terjun Perlang sudah direncanakan sejak lama, akan tetapi baru terealisasi pada hari Minggu (06/01/2013) kemarin. Mereka berangkat dari kampus MAN Model Pangkalpinang yang terletak di Jl. Depati Amir pukul 08.00 WIB dengan menggunakan bus Damri dan sampai di lokasi pukul 11.00 WIB. Waktu yang harus ditempuh seharusnya bisa kurang dari tiga jam, akan tetapi karena musim penghujan maka jalan masuk menuju air terjun Perlang susah dilalui. Bus hanya dapat parkir di jalan raya, sementara masuk ke lokasi masih sekitar 1,5 km jalan kaki karena hanya jalan sempit dan belum beraspal. Jika menggunakan motor dari Pangkalpinang ke air terjun ini tidak sampai memakan waktu dua jam karena motor bisa masuk ke jalan yang sempit. Lamanya waktu ke air terjun ini selain kendala jalan yang kurang baik juga karena mereka sempat nyasar sehingga salah jalan. Mereka nyasar sekitar 20 menit sehingga harus memutar arah berbalik kembali.

Jalan kaki menuju lokasi dari tempat parkir bus sekitar 30 menit. Pemandangan kanan kiri jalan menuju lokasi air terjun dari parkiran adalah perkebunan karet dan sahang (lada). Dua jembatan dari kayu yang dibawahnya mengalir air dari pegunungan juga harus mereka lalui. Rasa capek berjalan kaki menuju lokasi hilang setelah mereka merasakan sejuknya air terjun. Air terjun Perlang berada diketinggian sekitar 300 m dari permukaan air laut. Udara di sekitar air terjun sangat sejuk, seperti ruangan berAC. Suasana semakin tambah dingin mana kala hari hujan.

Di sekitar air terjun Perlang masih terdapat hutan yang sangat lebat. Hutan ini sebagian besar masih perawan, belum dijamah manusia. Pohon-pohon yang besar membuat suasana di sini semakin sejuk. Udara segar seperti ini rasanya sulit dijumpai di kota.

Jika Anda ke air terjun Perlang belum lengkap jika Anda belum merasakan guyuran air terjun yang dingin. Meskipun airnya dingin tetapi ini adalah obat untuk menghilangkan stres. Mereka semakin larut dalam siraman air terjun. Di bawah air terjun perlang ini terdapat sebuah kolong (danau) yang dalamnya sekitar dua meter serta berpasir kuning. Mereka berenang dan berendam di danau ini. Banyak batu terdapat di sekitar air terjun ini.

Jika Anda ke sini sebaiknya jangan lupa membawa bekal makanan yang cukup, karena di sini tidak ada orang yang menjual makanan. Setelah mandi, berendam, dan main air maka badan yang kedinginginan tentunya lapar. Ini saatnya waktu yang tepat untuk makan, mengisi energi yang sudah terkuras. Mereka makan makanan yang mereka bawa. Kemplang khas Bangka tak lupa sebagai camilan wajib, juga aneka makanan ringan yang lain.

Tak terasa petualangan ke air terjun Perlang harus diakhiri karena cuaca mendung dan waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Mereka pun mulai berkemas-kemas meninggalkan air terjun. Belum sampai di bus rupanya hujan sudah mulai turun, jadi mereka harus cepat-cepat ke bus mencari tempat berteduh.

Mereka tiba di Kota Pangkalpinang pukul 18.30 WIB. Mereka terlambat karena harus istirahat sejenak di perjalanan mencari tempat untuk sholat dahulu. Meskipun badan mereka rasanya lelah akan tetapi senang karena tempatnya yang membuat pikiran jadi segar kembali.

Sayangnya air terjun Perlang ini belum dimaksimalkan untuk dijadikan objek wisata oleh PEMDA Bangka Tengah, sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui keberadaan air terjun ini. Selain itu lokasi yang sulit dijangkau apa lagi musim penghujan membuat orang kurang tertarik berwisata ke sini, pada hal suasana air terjun Perlang sangat indah. Pemandangannya yang masih alami dansuasana pedesaan yang masih sejuk.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik link halaman (page) facebook berikut kemudian beri jempolkan Anda (like):
http://www.facebook.com/Cauchymurtopowordpresscom
atau ikuti (follow) melalui twitter https://twitter.com/CauchyMurtopo

Terima kasih Anda sudah mengunjungi blog ini.

Iklan

3 responses

  1. masih ingat dengan hasil binaan rupanya, pak ali dak diajak po?????

    1. Makasih atas kunjungan blog saya Pak Tus. Binaan apa maksudnya?

      1. Meski saya sudah pindah tugas, tapi untuk liputan bisa kok, setidaknya itu yang masih bisa saya lakukan untuk memajukan Babel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: