Daily Archives: Januari 10th, 2013

Membatik di Sekolah


Praktik membatik

Praktik membatik


Batik adalah warisan budaya asli bangsa Indonesia. Batik sudah menjadi budaya bangsa Indonesia sejak jaman kerajaan dulu. Terdapat beberapa ragam corak batik yang mewakili ciri khas daerah-daerah yang ada di Indonesia. Batik-batik tersebut menggambarkan seni dan budaya masing-masing daerah.

Setelah batik diakui secara internasional oleh UNESCO sebagai Budaya tak benda warisan manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009, batik semakin diminati. Industri batik yang semula meredup akhirnya bangkit lagi. Upaya pemerintah mentradisikan batik sebagai budaya bangsa dilakukan dalam beberapa cara, antara lain setiap PEMDA mewajibkan karyawan baik negeri maupun swasta memakai batik paling sedikitnya satu hari dalam seminggunya pada masing-masing daerah. Selain itu siswa-siswi juga paling sedikit satu hari diwajibkan memakai seragam batik di sekolahnya. Bahkan di beberapa perguruan tinggi baik negeri maupun swasta mewajibkan mahasiswa, dosen, dan karyawannya juga memakai batik pada hari tertentu dalam setiap minggunya.

Batik sebagai budaya bangsa tetap dipertahankan dengan cara mengenalkan pada generasi muda. Upaya mengenalkan batik pada generasi muda salah satunya lewat jalur pendidikan formal di sekolah. Siswa-siswi sebagai generasi muda dikenalkan batik supaya menghargai karya leluhur mereka. Kurikulum sekolah terutama pada pelajaran seni budaya tingkat SMP/MTs terdapat materi pelajaran membatik. Tidak hanya teori saja, akan tetapi siswa-siswi harus bisa mempraktikkan cara membatik tulis atau membatik secara tradisional.

Guru Seni Budaya MTs Negeri Pedan Dra. Titi Mahayati

Guru Seni Budaya MTs Negeri Pedan Dra. Titi Mahayati

Adalah Ibu Dra. Titi Mahayati salah satu guru seni budaya yang mengenalkan batik pada anak didiknya di MTs Negeri Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ibu Titi begitu panggilan akrabnya mengaku ia harus mengenalkan batik pada siswa-siswinya karena batik supaya batik dihargai anak-anak. “Anak-anak supaya menghargai batik, mereka supaya mengerti sendiri betapa tidak mudahnya membatik” jelasnya kepada saya. “Dengan adanya siswa-siswi belajar praktik membatik diharapkan anak-anak mengenal budayanya sendiri” tambahnya. Kata Ibu Titi “Batik senternya dari Solo khususnya, generasi muda harus melestarikan budaya nenek moyang”.

Untuk tingkat SMP/MTs pelajaran membatik di Jawa Tengah diajarkan pada mata pelajaran seni budaya. Praktik membatik (batik tulis) pada mata pelajaran ini diberikan pada kelas VIII semester genap. Di MTs Negeri Pedan, setiap siswa harus mempraktikkan secara individu cara membatik, mulai dari tahap awal mengolah kain sampai selesai.

Siswa-siswi senang dapat belajar membatik

Siswa-siswi senang dapat belajar membatik

Sebelum praktik membatik alat dan bahan yang harus disiapkan adalah canting, kompor kecil, wajan kecil dan malam. Canting adalah alat untuk menuliskan/mencorektan malam cair pada kain. Kompor kecil untuk memanaskan malam, malam akan menjadi cair jika dipanaskan. Selama proses membatik kompor harus dalam keadaan menyala supaya malam tetap cair. Wajan kecil untuk tempat malam yang dicairkan di atas kompor tadi.

Berikut ini tahapan membatik tradisional atau batik tulis Solo yang harus dipraktikkan siswa-siswi MTs Negeri Pedan:

Tahap Pertama
Mengolah kain, yaitu membuat kain yang siap dipakai untuk membatik. Kain yang dipakai untuk membatik adalah kain mori yang berwarna putih. Tujuan mengolah kain adalah untuk menghilangkan kanji/kotoran yang menempel pada kain supaya hasil membatik baik. Pengolahan kain sering disebut dengan Ngloyor. Kain direbus pada air mendidih kemudian dipukul-pukul dengan kayu (dikemplongi) supaya serat kain menjadi kendor dan lemas, sehingga mempermudah penempelan malam. Setelah dipukul-pukul kemudian kain dikeringkan.

Tahap Kedua
Tahap berikutnya adalah membuat pola. Siswa-siswi merancang sendiri pola sesuai dengan kreativitasnya masing-masing pada kertas gambar sekaligus diwarnai. Pola tersebut kemudian dipindahkan ke dalam kain.

Tahap Ketiga
Pada tahap ini adalah pemalaman, yaitu menggoreskan malam pada kain sesuai motif yang sudah dibuat sebelumnya. Proses pemalaman ada beberapa tahap sebagai berikut:
1. Ngrengreng, yaitu proses pemalaman pertama. Nglowong yaitu ngrengreng dengan membuat garis tepi pada pola.
2. Memberi isen-isen, yaitu memberi isian pada pola.
3. Nerusi, yaitu membatik pada bagian belakang kain dengan mengikuti pola pemalaman bagian muka pada tembusannya.
4. Nembah, yaitu pemalaman pada pola yang diinginkan tetap berwarna putih.
5. Nonyah, yaitu pemalaman paling akhir pada latar.

Tahap Keempat
Tahap berikutnya adalah Ngejos, yaitu menghilangkan/menghapus malam yang tidak sengaja/menetes pada kain pada tempat yang tidak diinginkan. Ada dua cara pada tahap ngejos ini. Cara pertama menggunakan alat jos dari besi atau kuningan yang dimasukkan pada bara api. Cara kedua membuat air sabun atau deterjen, kain yang kena malam dibasahi kemudian ditempeli alat jos terus dikucek supaya malam lepas.

Tahap Kelima
Pada tahap ini pewarnaan kain. Ada dua jenis pewarnaan, yaitu pewarnaan dengan bahan kimia dan alami. Bahan kimia yang digunakan untuk pewarnaan antara lain merk remasol, naptol, dan indigosol. Untuk warna alami biasanya digunakan kunir untuk warna kuning dan daun jati muda untuk warna merah.

Pewarnaan kain

Pewarnaan kain

Setelah diwarnai kain dijemur

Setelah diwarnai kain dijemur

Tahap Keenam
Tahap terakhir adalah Pelorotan, yaitu menghilangkan malam yang menempul pada kain, setelah itu kain dijemur. Selama pewarnaan belum selesai, proses pemalaman masih dilakukan.

Ternyata membuat batik tulis tidak semudah yang kita bayangkan. Pantas saja harga kain batik tulis lebih mahal dari pada kain batik cap atau sablon. Jika kain batik cap atau sablon hanya puluhan ribu rupiah, maka untuk kain batik tulis bisa ratusan ribu bahkan jutaan rupiah, tergantung dari kerumitan cara membuatnya.

————————–

Baca juga MILAD ke-25 MADSANIDA 2012

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik link halaman (page) facebook berikut kemudian beri jempolkan Anda (like):
http://www.facebook.com/Cauchymurtopowordpresscom
atau ikuti (follow) melalui twitter https://twitter.com/CauchyMurtopo

Terima kasih Anda sudah mengunjungi blog ini.