Daily Archives: Desember 10th, 2012

Piknik Tidak Harus Mahal (bagian 5): Car Free Day di Solo


MAIN BOLA DI JALAN
Untuk edisi piknik tidak harus mahal ini saya ajak Anda jalan-jalan ke kota Solo untuk menikmati suasana car free day. Seperti kota-kota lain di Indonesia, di Solo setiap hari Minggu diadakan car free day di sepanjang jalan Slamet Riyadi dimulai dari simpang tiga Purwosari (bundaran Purwosari) atau SPBU Purwosari sampai dengan simpang empat Gladag (bundaran Gladag). Acara Solo Car Free Day (SCFR) ini sudah dimulai sejak tanggal 30 Mei 2010. Selain di jalan Slamet Riyadi, SCFR juga digelar di jalan Diponegoro dari simpang empat Pasar Pon sampai dengan simpang tiga Mangkunegaran. Ribuan warga kota Solo dan sekitarnya memadati jalanan bak semut yang sedang merayap jika dilihat dari udara. SCFR digelar dari pukul 05.00 sampai dengan 09.00 WIB. Pada jam tersebut semua kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat dilarang melintas, yang boleh lewat di jalan tersebut adalah kendaraan roda dua, tiga, maupun empat yang tidak menggunakan motor atau tidak memakai bahan bakar minyak. Hal ini bertujuan untuk mengurangi gas emisi meskipun seminggu sekali hanya empat jam.

Di SCFR ini sebaiknya datang bersama keluarga. Jika Anda memakai kendaraan bermotor sebaiknya parkirkan pada tempat-tempat parkir yang sudah ada. Saya datang ke SCFR pada Minggu (09/12/2012) sekitar pukul 06.00. Seperti saya parkir di stasiun Purwosari dengan membayar seribu rupiah saja. Setelah parkir kita bisa berjalan atau bersepeda menggunakan jalan. Meskipun bebas tapi kita harus juga selalu menghormati pengguna jalan yang lain.
Jika Anda ingin berlari pagi, Anda dapat berjoging, banyak orang yang memanfaatkan liburan di SCFR ini untuk berjoging setelah mungkin seminggu aktifitas di tempat kerja Anda kurang menggunakan gerak fisik. Bagi yang ingin bersepeda sangat mengasikkan. Dari anak-anak sampai dewasa banyak yang menyukai olahraga bersepeda. Beberapa orang saya lihat bersepeda dengan sepeda fixie, sepeda lipat, dan sepeda yang bisa dibengkokkan sambil berjalan. Tipe sepeda yang ketiga ini modifikasi dari sepeda yang digunakan pada umumnya. Dengan keahlian khusus sepeda ini dapat dibenggokkan pada bagian stang dan roda seperti sepeda yang habis bertabrakan.

Di sini saya juga melihat sekelompok orang yang menggunakan kendaraan roda empat namun bukan mobil. Keunikan kendaraan ini dapat bergerak seperti becak, namun digenjot dua orang dan satu orang sebagai pengemudinya. Kendaraan ini dapat menampung empat sampai delapan orang dewasa, tergantung dari model dan bentuknya. Kendaraan ini sering disebut sebagai sepeda genjot atau becak wisata. Anda bisa memakai becak wisata ini dengan membayar 10 ribu rupiah bisa berkeliling sepanjang jalan di SCFR. Di atas becak wisata ini diberi lampu led yang dibentuk berbagai gambar binatang, jika malam hari tampak bersinar indah.
Becak Wisata
Becak wisata
Di depan rumah sakit Kasih Ibu yang kebetulan ada di jalan Slamet Riyadi juga, digelar acara sosial periksa kesehatan dan konsultasi baik dokter umum maupun spesialis yang diadakan pihak rumah sakit dengan sponsor sebuah produk susu secara gratis.
Periksa gratis
Periksa gratis
Aksi sosial yang lain dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), sebuah LSM yang bergerak di bidang pengawasan pelayanan publik. LSM ini mengajak masyarakat di SCFR untuk dapat memberikan informasi, saran, kritik, dan keluhan mengenai pelayanan publik di kota Solo. Saya juga berpartisipasi dengan menuliskan sebuah saran pada pemerintah kota Solo. Saran saya tuliskan pada blangko yang sudah disediakan oleh LSM tersebut. Identitas dari orang yang mengungkapkan pendapatnya dirahasiakan. Banyak juga masyarakat yang menuliskan uneg-unegnya. Semua yang berpartisipasi diberikan kalender, termasuk saya, lumayan kebetulan saya juga belum punya kalender 2013 di akhir tahun 2012 ini.
Aksi sosial berikutnya dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Surakarta yang membagi-bagikan brosur mengajak masyarakat untuk mengikuti pelatihan internet secara gratis. Pelatihan ini terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas A “pengenalan komputer & internet” bagi para pemula, kelas B “memaksimalkan manfaat internet sehat & aman” serta kelas C “web desain blog & marketing online” bagi yang menginginkan membuat web dan blog.
Di sebelah kanan tak jauh dari rumah sakit Kasih Ibu sekelompok anak usia SD dan SMP sedang main sepak bola. Jalanan yang luas dan tanpa ada kendaraan bermotor ini dijadikan lapangan bagi mereka. Tak jarang bola anak-anak ini mengenai pengendara sepeda maupun para pejalan kaki yang menikmati SCFR ini. Mereka tidak akan bisa bermain bola pada hari-hari biasa. Mereka melakukan ini mungkin di sekitar tempat tinggal mereka sudah tidak ada lagi tanah lapang yang luas untuk bermain bola.Selain main bola, ada juga yang bermain ular tangga raksasa.
Ular Tangga raksasa
Ular tangga raksasa
Selain olahraga bermain bola, saya juga melihat orang dewasa yang bermain bulu tangkis. Rupanya jalan ini juga bisa disulap jadi lapangan bulu tangkis seperti halnya lapangan yang sebenarnya. Masih berkaitan dengan olahraga yang menggunakan lapangan dan alat, saya melihat sekelompok orang yang tergabung dalam sebuah club bermain tenis meja. Uniknya dari permainan ini memanfaatkan pinggir jalan yang dipagari dengan pembatas kain biru setinggi sekitar setengah meter bertuliskan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia cabang Surakarta. Club ini sengaja bermain di SCFR dengan tujuan memasyarakatkan olah raga tenis meja.
Tenis meja di jalan
Tenis meja di jalan
Saya melihat sekelompok anak usia SD merupakan penggemar olah raga sepatu roda. Mereka sangat enerjik dan ceria. Mereka melakukan aksi bermain dengan sepatu rodanya. Meskipun masih kecil, mereka memang cabe rawit. Kecil-kecil namun sangat lihai dalam memainkan sepatu roda. Berbagai trik bersepatu roda mereka kuasai, sungguh bangga jika mempunyai anak seperti mereka.
Sepatu roda
Sepatu roda
Anda juga dapat mengikuti senam, karena di beberapa titik diadakan senam dari beragam senam. Saya sangat salut kepada sebuah instruktur senam yoga karena di usianya yang sudah lanjut, rambut sudah hampir semua berwarna putih badannya masih kelihatan segar dan enerjik. Selain senam yoga saya juga melihat sekelompok orang yang juga sudah lanjut masih enerjik melakukan senam aeobik, pada hal kita tahu bahwa senam aerobik membutuhkan gerakan dan tenaga fisik yang lumayan ekstra. Kakek dan nenek ini patut diacungin jempol.
Yoga lansia
Senam yoga lansia
Sebuah tempat dipenuhi sekelompok orang yang belajar seni melipat kertas ala Jepang, yaitu Origami. Kelompok yang mengadakan adalah Damar Ati Origami Club dengan sponsor sebuah produk buku tulis ternama. Siapapun boleh bergabung di club ini dan gratis. Kertas warna-warni disediakan dari club ini secara gratis. Anda diajari bagaimana cara melipat kertas yang dapat dibuat mainan seperti bentuk burung, bunga, kodok, dan lain-lain.
Origami
Origami
Anda mungkin pernah melihat polisi yang sedang bertugas atau berpatroli di jalan raya, mereka kelihatan serius dan nampak sangar. Tapi lain dengan yang saya lihat di sini polisi dan polwan yang bersepeda sangat ramah, mereka berpatroli keliling dengan menggunakan sepeda. Setiap masyarakan yang berpapasan dengan mereka disambut dengan senyum yang menawan.
Patroli polwan dan polisi
Patroli polisi dan Polwan
Saya juga melihat sekelompok orang yang memakai kaus merah. Mereka adalah suporter sepak bola dari Solo yaitu Pasoepati. Mereka melakukan aksi jalan damai untuk minta dukungan masyarakat kepada PERSIS klub sepak bola dari solo ini.
Suporter Pasoepati
Suporter Pasoepati
Bagi penggemar binatang piaraan, bisa juga diajak jalan-jalan. Terdapat sekelompok orang berjalan-jalan dengan binatang piaraannya. Mereka membawa anjing dan kucing kesayangannya. Tak hanya itu, saya juga melihat orang yang mengajak jalan-jalan biawaknya. Reptil ini nampak sudah jinak dan menurut perintah majikannya. Banyak yang menghampiri reptil yang mirip komodo ini.
Jalan dengan biawak
Jalan dengan biawak
Setelah jalan-jalan atau bersepeda rasanya perut ini lapar, keringat bercucuran, ini waktunya saya harus mengisi perut yang dari tadi belum diisi. Saya mampir ke sebuah stan minuman dari susu kedelai, saya menginginkan pakai es biar adem. Saya ingat dengan susu kedelai ini, mirip dengan Taipusui, susu kedelai dari Bangka Belitung. Meskipun mirip, rasanya agak berbeda. Setelah minum susu kedelai saya ingin sarapan nasi. Agak bingung juga mau milih sarapan apa, karena di sini banyak menu yang disajikan, dan saya ingin menu yang berbeda dari yang sudah saya makan. Akhirnya pilihan jatuh padasoto jamur. Meskipun dari jamur, rasanya seperti daging.

Susu kedelai mirip Taipusui di Bangka Belitung

Susu kedelai mirip Taipusui di Bangka Belitung


Di sini wisata kuliner berbagai macam menu ada. Selain soto tadi juga ada nasi uduk, nasi liwet dengan pecel, dan berbagai masakan tradisional yang lain. Pempek dari Palembang juga banyak diminati pengunjung. Kentang goreng yang digulung sangat menarik perhatian saya karena saya belum pernah melihat sebelumnya. Harga per tusuk 3 ribu rupiah yang biasa dan 6 ribu rupiah jika ada sosisnya. Ada juga penjual kue dan roti yang alat memasaknya berupa oven dengan bahan bakar gas dibawa ke tempat lokasi, jadi rotinya memang benar-benar fresh from the oven.
Roti panggang beserta ovennya

Roti panggang beserta ovennya


Makan lesehan di pinggir jalan sangat nikmat

Makan lesehan di pinggir jalan sangat nikmat


Nasi uduk dan pecel

Nasi uduk dan pecel


Masih banyak lagi aktivitas warga Solo dan sekitarnya dalam SCFR ini yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu yang tentunya ini dapat sebagai refresing di akhir pekan. Pada SCFR ini juga dijadikan ajang berpromosi berbagai produk, baik barang maupun jasa secara gratis. Jika Anda ingin mempromosikan usaha Anda secara gratis silahkan datang di SCFR tiap hari Minggu. Jika Anda dari luar kota dan Anda kebetulan berkunjung ke kota Solo sempatkan ke SCFR ini, dijamin seru banget.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik link halaman (page) facebook berikut kemudian beri jempolkan Anda (like):
http://www.facebook.com/Cauchymurtopowordpresscom
atau ikuti (follow) melalui twitter https://twitter.com/CauchyMurtopo

Terima kasih Anda sudah mengunjungi blog ini.