Rosela, Indah Bunganya Besar Manfaatnya Bagi Kesehatan


Bunga rosela mirip bunga sepatu

Bunga rosela mirip bunga sepatu


Bunga rosela mirip bunga sepatu

Bagi Anda para pecinta minuman dari bahan tanaman, minuman teh tentunya sudah tidak asing lagi, baik minuman teh dalam bentuk sedu (teh tubruk/serbuk) maupun teh kantong celup. Namun, apakah Anda pernah merasakan teh yang berwarna merah yang rasanya sedikit asam? Adalah rosela, begitu nama yang sering dipanggil untuk tanaman dengan nama ilmiah Hibiscus sabdariffa ini. Bunga rosela mirip bunga sepatu berwarna pink kemerahan karena rosela dan bunga sepatu masih dalam satu genus yaitu genus Hibiscus. Orang sering menyebut minuman berwarna merah dengan rasa sedikit asam tadi adalah teh rosela. Tapi menurut saya nama itu kurang tepat karena menyebut nama teh. Bukankah teh itu tidak sama dengan rosela? Menurut saya nama yang pantas adalah “minuman rosela”. Sebutan dengan kata teh karena di Indonesia orang sudah terbiasa jika minuman yang berasal dari daun atau bunga yang dikeringkan itu disebut dengan panggilan teh di depannya.

Selain untuk minuman, daun rosela muda juga dapat dimasak sebagai sayur. Daun rosela dapat disayur asam yang segar, karena daun ini sudah mengandung rasa asam jadi tidak perlu lagi menambahkan asam atau belimbing wuluh untuk membuat rasa asam. Di Bangka Belitung, daun muda rosela sering dimasak lempah kuning sebagai pengganti daun kedondong pada masakan ini. Di Propinsi ini daun rosela juga dimasak sebagai sayur lempah darat. Di pasar Kampung Asam kota Pangkalpinang misalnya, daun rosela muda banyak dijual, harganya per ikat sekitar tiga ribu rupiah, namun tidak setiap saat ada karena daun rosela muda tidak mudah ditemukan jika pada musim kemarau.

Daun rosela muda enak disayur asam & lempah kuning

Untuk membudidayakan tanaman ini tidaklah sulit, hanya saja dibutuhkan tempat yang cukup disinari cahaya matahari langsung, karena tanaman rosela ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah tersebut. Selain itu tanaman ini tidak suka dengan genangan air, jadi sebaiknya tanah untuk menanam tanaman ini bersifat mudah menyerap air sehingga air tidak menggenang di sekitar rosela.

Pengalaman saya menanam rosela di halaman rumah di Klaten Jawa Tengah, rosela saya dapatkan dari teman istri saya waktu kami masih tinggal di Pangkalpinang empat tahun yang lalu. Awalnya hanya beberapa biji yang saya tanam, namun karena rosela yang saya tanam tumbuh subur, maka dihasilkan biji banyak, bahkan biji rosela tadi saya bagi ke tetangga dan keluarga yang ingin menanam tanaman ini.

Cara menanam rosela berdasarkan pengalaman saya sebagai berikut. Pilih biji rosela yang bagus, biji yang bagus mempunyai ciri tidak cacat dan sudah tua. Biji yang sudah tua berwarna hitam kecoklatan, jika berwarna coklat muda berarti masih muda. Biji yang masih muda jika ditanam tidak akan tumbuh. Langkah berikutnya adalah siapkan tanah dan kantong plastik ukuran es lilin yang telah dilubangi kecil-kecil atau Anda dapat membeli plastik tersebut di toko pertanian. Campur tanah dengan pupuk kandang yang sudah kering dengan perbandingan 1:7, artinya 1 kg pupuk kandang dicampur dengan 5 kg tanah. Masukkan campuran pupuk kandang dan tanah tadi ke dalam kantong plastik, siram dengan air dan masukkan biji rosela satu kantong plastik satu biji. Sebenarnya biji rosela dapat langsung ditanam di tanah, akan tetapi jika musim hujan biji rosela bisa hanyut terbawa air dan tidak tumbuh pada tempat yang kita inginkan.

Setelah satu minggu biji rosela yang baik sudah tumbuh, setelah dua minggu rosela dapat dipindahkan ke tanah. Tanah sebelum ditanami rosela sebaiknya digemburkan terlebih dahulu dengan dicangkul. Setelah satu bulan ditanam, pupuk rosela dengan pupuk kandang secukupnya. Rosela akan mulai berbunga setelah berumur 2 – 3 bulan. Bunga rosela akan layu dalam sehari. Yang dimanfaatkan bukan bunga rosela melainkan kelopaknya yang berwarna merah hati. Tunggu seminggu setelah bunga layu maka kelopak rosela dapat dipanen. Cara memanen kelopak rosela sebaiknya gunakan gunting atau pisau kecil yang tajam biar potongannya rapi, potong  pangkal tangkai kelopak, sehingga rosela mudah berbunga kembali. Setelah dipetik rosela akan selalu berbunga sampai umur setahun (tergantung kondisi cuaca dan tanah).

Setelah kelopak rosela dipetik langsung dikupas dengan pisau atau dengan tangan, pisahkan kupasan kelopak rosela dengan biji yang masih terbungkus. Keringkan kupasan kelopak tadi di bawah sinar matahari langsung. Jika cuaca cerah kelopak rosela dapat kering dalam sehari, namun supaya rosela tetap awet tahan lama disimpan sebaiknya keringkan sampai dua hari. Jika kurang kering, rosela akan membusuk atau berjamur, apa lagi pada musim hujan. Rosela yang berjamur tidak enak dibuat minuman.

Kelopak rosela yang dijadikan minuman

Kelopak rosela setelah dikupas terus dijemur

Untuk membuat rosela mudah saja. Rebus air sampai mendidih, masukkan dua atau tiga kelopak rosela kering pada gelas atau jika membuatnya dengan teko masukkan segenggam kelopak rosela kering ke dalam teko. Tambahkan gula ke dalam gelas atau teko sesuai dengan selera. Tuangkan air mendidih ke dalam gelas atau teko, aduk sampai warna air menjadi merah merata. Minuman ini dapat disajikan hangat pada saat cuaca dingin dan dapat disajikan dingin dengan es batu pada saat cuaca panas. Minuman dari rosela ini juga dapat disajikan seperti es lilin.

Kelopak rosela kering

Minuman dari kelopak Rosela disajikan dingin maupun hangat

Minuman dari kelopak Rosela disajikan dingin maupun hangat

Khasiat dari rosela seperti yang saya kutip dari wikipedia.org antara lain untuk menurunkan asam urat, hipertensi, diabetes militus, memperbaiki metabolisme tubuh, melangsingkan tubuh, menghambat sel kanker, mencegah sariawan dan panas dalam, menambah vitalitas, meredakan batuk, mencegah flu, antioksidan, antihipertensi, antikanker, antidepresi, antibiotik, aprodisiak, diuretik (peluruh kencing), sedatif, tonik, dan menurunkan absorbsi (penyerapan) alkohol dan mengurangi kolesterol jahat pada darah.

Selain itu, kelopak rosela mengandung vitamin C, vitamin A, protein esensial, kalsium dan 18 jenis asam amino, termasuk arginia dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh.

Harga kelopak rosela kering  yang saya dapatkan dari sebuah situs di internet per kilogram adalah Rp 175.000,00 sampai dengan Rp 200.000,00 di tingkat produsen, di tingkat retail seperti di swalayan maupun supermarket harganya bisa lebih dari Rp 250.000,00 perkilogramnya yang biasanya sudah dikemas satuan lebih kecil. Ini merupakan peluang bisnis yang menjanjikan. Anda mau mencoba peluang ini?

———————————–

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: