Enak Pakai Kartu Kredit Apa Kartu Debit?


Saat ini masyarakat perkotaan menengah ke atas banyak yang telah menggunakan kartu kredit untuk pembayaran dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari . Mereka bahkan tidak hanya mempunyai kartu kredit satu saja, mempunyai kartu kredit dua atau lebih sudah hal yang biasa. Banyak diantara mereka yang kurang paham tentang bunga kartu kredit yang dibebakan kepada nasabah, banyak diantara mereka yang hanya ikut-ikutan menggunakan kartu kredit karena alasan gaya hidup. Selain itu banyak tempat merchant yang menawarkan dicount menarik jika menggunakan kartu kredit, misal restoran, butik, dan hotel.


Contoh kartu kredit

Kartu kredit adalah suatu jenis kartu untuk transaksi ritel atau belanja (retail) dan sistem kredit, kartu ini  berasal dari kartu plastik yang diterbitkan kepada pengguna sistem tersebut. Penerbit sebuah kartu kredit meminjamkan konsumen uang dan bukan mengambil uang dari rekening. Pemegang kartu kredit membayar uang kepada penerbit kartu (bank) di kemudian hari beserta bunganya. Sering karena kurangnya pengetahuan calon pemegang kartu kredit dan kurangnya  sosialisasi pihak penerbit kartu, bunga yang dibebankan kepada pemegang kartu kredit bisa membengkak.

Menurut sumber investor.co.id edisi 6 Oktober 2012 selama ini, pihak penerbit bank hanya menjelaskan tentang syarat-syarat kepemilikan kartu kredit, itu pun dilakukan secukupnya tanpa melalui proses analisis dan kelayakan terhadap calon nasabah. Artinya, begitu mudahnya seorang calon nasabah mendapatkan kartu kredit. Hal ini ditunjukkan lagi dengan terus meningkatnya jumlah kartu kredit yang beredar dan nilai transaksi yang dilakukan melalui kartu kredit. Menurut data Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), jumlah kartu kredit yang beredar naik 11% dari 12,8 juta pada Juni 2010 menjadi 14,2 juta pada Juni 2011. Sementara itu, nilai transaksi selama semester I-2011 tercatat sebesar Rp 88 triliun, atau naik sebesar 14,4% dibanding periode yang sama tahun 2010, yakni sebesar Rp 76,9 triliun. Nilai transaksi pada semester II-2011 diperkirakan meningkat antara 8- 15%. Ini terkait dengan adanya hari raya keagamaan, seperti bulan suci Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru 2012.
Menurut sumber ini pula, saat ini tingkat suku bunga kartu kredit di Indonesia yang berlaku rata-rata berkisar 3,25-3,5% per bulan. Dengan asumsi rata-rata bunga 3,5% per bulan saja itu artinya seorang pemegang kartu kredit telah dibebani bunga sebesar 42% per tahun, jauh dibandingkan dengan tingkat suku bunga kredit yang berlaku saat ini, rata-rata berkisar antara 12-14% per tahun. Lalu, berapakah sesungguhnya bunga kartu kredit yang layak dan wajar? Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) sepakat untuk menurunkan bunga kartu kredit, baik untuk pembelajaan dan pengambilan tunai. Penurunan bunga kartu kredit tidak langsung dratis melainkan secara bertahap, mulai dari 3,25-3,5% per bulan, selanjutnya bisa turun sampai dengan 2-2,5% per bulan.

Bagi bank penerbit kartu kredit, penurunan bunga adalah sebuah kerugian mengingat produk kartu kredit membutuhkan biaya operasional yang cukup tinggi, mulai dari biaya tenaga kerja, marketing, biaya operasional, dan teknologi. Bagi nasabah, ini adalah sebuah keuntungan karena beban bunga menjadi berkurang. Namun, ada juga keuntungan bagi bank penerbit, dengan penurunan bunga, potensi meningkatkan pemegang kartu dan jumlah nilai transaksi menjadi lebih besar lagi.
Dampak lain dari rencana penurunan bunga kartu kredit adalah berkurangnya kredit macet, yang selanjutnya akan memperbaiki nilai kredit bermasalah dari bank yang bersangkutan.

Pemegang kartu kredit selain dibebani bunga retail dan bulanan juga iuran tahunan yang besarnya bervariasi pada tiap bank penerbit kartu kredit. Beberapa brosur yang saya dapatkan dari bank, besarnya iuran tahunan antara 40 ribu rupiah sampai dengan 200 ribu rupiah tergantung dari jenis kartu kredit yang dipegang oleh nasabah. Dari brosur tersebut beberapa bank membebaskan biaya iuran tahunan pada tahun pertama, namun Anda jangan terjebak, karena iuran tahunan kedua dan seterusnya sudah menanti jika Anda ingin tetap memiliki kartu kredit dari bank yang telah Anda percayai.

Contoh kartu debit

Contoh kartu debit

Kartu debit  atau sering disebut kartu ATM adalah sebuah kartu pembayaran secara elektronik yang diterbitkan oleh bank. Kartu ini dapat berfungsi sebagai pengganti pembayaran dengan uang tunai. Kartu ini mengacu pada saldo tabungan bank Anda di bank penerbit kartu debit tersebut. Fungsi dari kartu debit adalah untuk memudahkan pembayaran ketika berbelanja tanpa harus membawa uang tunai. Tidak seperti kartu kredit, yang membebankan biaya lebih tinggi dan tingkat bunga ketika uang muka diperoleh, kartu debit dapat digunakan untuk mendapatkan uang tunai dari ATM atau transaksi berbasis PIN tanpa tambahan biaya, selain biaya ATM bank yang bukan penerbit kartu debit tersebut.

Penggunaan kartu debit telah banyak digunakan dalam banyak hal. Jika kebetulan kita berbelanja ke swalayan atau supermarket dan kita tidak punya cukup uang untuk membayar barang belanja kita, maka jika kita punya kartu debit kita dapat menggunakannya untuk membayar barang belanjaan kita. Saldo tabungan kita di bank tentu harus mencukupi. Kebanyakan bank menerapkan saldo minimal setelah dipotong pembayaran dan pajak sebesar lima puluh ribu rupiah. Anda juga akan dikenakan biaya tambahan jika menggunakan mesin EDC atau ATM bank lain. Contoh jika Anda pemegang kartu debit BRI, Anda akan dikenakan biaya jika menggunakan kartu Anda untuk pembayaran pada mesin EDC BCA atau Mandiri. Biaya administrasi (surcharge) biasanya sekitar 2% – 3% dari seluruh total transaksi. Contoh lain jika Anda pemegang kartu debit Mandiri dan Anda mengambil uang tunai di ATM bank BCA maka dikenakan biaya administrasi tambahan. Begitu juga jika Anda mentransfer uang ke rekening bank lain juga dikenakan biaya. Biaya pengmbilan uang tunai di ATM bank lain maupun transfer ke rekening bank lain biasanya lima ribu rupiah.  Biaya administrasi pemegang kartu debit biasanya dibebankan tiap bulan, rata-rata untuk bank di Indonesia sebesar sepuluh ribu rupiah.

Dari uraian di atas, mana yang Anda pilih menggunakan kartu kredit atau kartu debit? Tentunya kebijakan mana yang Anda pilih seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jangan sampai Anda salah melangkah, jangan sampai keuangan Anda menjadi besar pasak dari pada tiang.

Sumber: investor.co.id, wikipedia.com; gambar: ekonomi.kompasiana.com

———————————————

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: