Hobi Jadi Rejeki (bagian 1): Parkit


Burung Parkit

Burung Parkit


Burung kecil yang berwarna-warni ini sekarang lagi banyak digandrungi orang pasalnya burung yang berasal dari Australia ini cantik jika di pandang. Burung yang mempunyai nama latin Melopsittacus undulatus ini masih dalam keluarga burung paruh bengkok, burung yang termasuk dalam keluarga ini adalah burung yang pintar dan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, sehingga burung ini banyak yang ingin memeliharanya. Awal tahun 90 an di Jawa Tengah burung ini mulai banyak digemari. Awalnya burung ini dipelihara orang-orang yang memang mempunyai hobi memelihara burung karena keindahan bulu dan kicauannya. Burung ini sekarang menjadi primadona tersendiri bagi pecinta satwa jenis aves. Seiring dengan banyaknya permintaan akan peliharaan burung ini banyak yang akhirnya membudidayakan dari sekedar hobi memelihara menjadi penghasilan tambahan, bahkan beberapa menjadi mata pencaharian utama. Beberapa orang beralih profesi menjadi peternak burung ini.

Tingkah laku parkit suka merangkak/memanjat

Orang  yang sudah sukses dalam beternak parkit misalnya adalah Mr. SY dan Mr. SG yang juga masih bertetangga di daerah Surakarta, Jawa Tengah. Kedua pria ini mengaku awalnya hanya sekedar hobi memelihara karena suka dengan warna-warni bulunya yang cantik dan tingkah lakunya yang lucu, akan tetapi lama-kelamaan hobi itu menjadi rejeki karena keseriusannya mengembangbiakkan satwa ini untuk dijual kepada sesama pecinta parkit.

Mr. SY mengaku awalnya memelihara sembilan pasang parkit dengan harga enam ribu rupiah tahun 1996, karena ketekunannya burung yang ia pelihara pernah mencapai 100 pasang, dijual ke orang-orang yang ingin memelihara parkit, sekarang tinggal sekitar 40 pasang.

Jenis parkit yang dipelihara baik Mr. SY maupun  Mr. SG adalah sebagai berikut:

  • Parkit hijau: bulunya berwarna dominan hijau di punggung, dada dan ekor.
  • Parkit Biru: bulunya berwarna dominan biru di punggung, dada dan ekor.
  • Parkit kuning: semua bulunya kuning merata di tubuhnya.
  • Parkit bond: warna bulunya campuran dari warna hijau, kuning, dan biru.
  • Parkit putih: semua bulunya putih merata di tubuhnya.

Parkit hujau dan biru

Dari kiri ke kanan parkit yang bertengger jenis kuning, hijau, kuning polos, hijau

Anak parkit yang baru belajar makan sendiri dipisahkan dari induknya

Menurut Mr. SY  saat ini harga parkit hijau tiga puluh lima ribu rupiah per pasang, parkit biru, kuning, dan bond harga per pasang lima puluh lima ribu rupiah, sedangkan parkit putih harganya sembilan puluh ribu rupiah di tingkat peternak. “Dulu tidak ada perbedaan, di peternak delapan puluh ribu kalau di pasar Depok Solo seratus ribu, jika di Semarang bisa seratus dua puluh ribu, Jakarta seratus lima puluh ribu per pasang” tambahnya.

Menurut Mr. SG untuk memelihara parkit harus dimulai dengan hati yang senang dulu, karena jika hati senang maka akan membawa rejeki. Ukuran kandang yang dipakai Mr. SG untuk memelihara parkit adalah 2m X 3m X 3m, atap dari genting, diberi satu genting kaca untuk masuknya cahaya matahari. Seluruh kandang baik dinding maupun atap diberi kawat dengan ukuran lubang 1cm X 1cm. Dilapisinya seluruh kandang dengan kawat tersebut karena burung ini suka mematuk-matuk barang apapun yang ada di sekitarnya serta suka memanjat, sehingga kawat ini dapat mengatasi permasalahan tersebut. Berikan ranting dan dahan yang digantung pada kandang untuk tempat bertengger burung ini.

Untuk makanan utama parkit dari otek , yaitu biji-bijian seperti kenariset (bentuk seperti padi namun lebih kecil) tetapi warnanya kuning kemerahan dengan bentuk agak bulat. Pada waktu dingin makanan sebaiknya ditambahkan sedikit jewawut supaya hangat. Jewawut berbentuk lonjong berwarna hitam. “Jewawut jangan diberikan banyak, sedikit saja, kalau banyak betina yang mengeram suhu tubuhnya menjadi tinggi, telur yang dierami tidak menetas” paparnya. “Kalau jewawut banyak betina bertelur sembarangan, telur tidak pada sarangnya” tambahnya. Selain itu makanan utama yang lain adalah miled berbentuk bulat putih seperti otek. Selain makan utama parkit juga sebaiknya diberi makanan tambahan. Makanan tambahannya adalah jagung muda yang dikupas diberikan dua kali seminggu, sedangkan kangkung diberikan tiga kali dalam seminggu. Selain itu diberikan garam bata yang diletakkan di lantai untuk tambahan mineral.

Makanan utama parkit dengan sedikit jewawut

Supaya parkit sehat bebas dari penyakit sebaiknya kandang dibersihkan dua hari sekali dari kotoran burung, sisa makanan, dan bulu-bulu yang lepas. Minuman burung dari air bening sebaiknya diganti tiap hari. Kandang yang baik harus cukup menerima cahaya matahari, selain itu lantai diberi pasir untuk mempermudah dalam membersihkan kotoran burung. Saat akan bertelur beri jerapi atau daun cemara yang dipotong lebih kecil pada lantai supaya burung membuat sarang dengan memasukkan sendiri jerami atau daun cemara ke dalam glodog seperti pada habitat aslinya di alam. Glodog adalah rumah buatan dari kayu randu berbentuk balok dengan ukuran 20cm X 30cm X 20cm. “Saat bertelur jangan sering-sering dibuka glodognya, burung bisa stres karena terganggu” kata Mr. SG. Dalam pemeliharaan anaknya, parkit betina mencari makan, kemudian dicerna, dimuntahkan terus disuapkan ke bayinya. Pesan dari Mr. SG “Kunci keberhasilan kebersihan, telaten, jangan bosan”.

Parkit yang sedang di atas glodog akan menyuapi anaknya

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik link halaman (page) facebook berikut kemudian beri jempolkan Anda (like):
http://www.facebook.com/Cauchymurtopowordpresscom
atau ikuti (follow) melalui twitter https://twitter.com/CauchyMurtopo

Terima kasih Anda sudah mengunjungi blog ini.

Iklan

2 responses

  1. Wah kebetulan, ayah saya juga peternak parkit, memang omsetnya lumayanlah, hanya butuh ketelatenan

    1. Parkit banyak diternakkan karena mudah dan tidak gampang stres.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: