Tag Archives: Sanggul Maudi

Desa Wisata Karangbanjar Purbalingga Penghasil Wig dan Bulu Mata Palsu


Wig buatan Desa Karangbanjar

Wig buatan Desa Karangbanjar


Anda pernah memakai bulu mata palsu (false eyelashes) atau rambut palsu (wig)? Jika Anda pernah memakainya mungkin itu dari Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Memang di desa ini sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai pengolah rambut yang dijadikan bulu mata palsu dan wig. Makanya desa ini sering dijadikan sebagai desa kunjungan wisata karena home industrinya dalam pengolahan rambut.

Salah satu home industri pegolahan rambut di desa ini adalah “Fair Lady” yang dimiliki oleh Eko Setiawan yang merupakan generasi kedua usaha keluarga. Generasi pertama dari Fair Lady berdiri sekitar tahun 1960 an. Pada tahun 1970 usaha ini gulung tikar karena kurang waspadanya pihak eksportir dan kecerobohan pengrajin terhadap kualitas produk. Tahun 1980 an usaha ini dirintis kembali dari nol. Modal awal hanya Rp 80.000,00. Tahun 1983 – 1984 ekspor mulai bangkit lagi, saat itu modal sudah mencapai 10 juta rupiah dengan omset 50 juta rupiah. Tahun 1985 – 1990 jumlah produk semakin meningkat, produk dipasarkan sudah sampai Medan. Karyawan yang semula hanya 5 orang menjadi 30 orang dan omsetnya mencapai 150 juta per bulan. Setelah generasi kedua jumlah karyawan tetap 40 orang dan karyawan tidak tetap ada 10 orang.

Pada tahun 1993 Fair Lady mendapat penghargaan dari Presiden Suharto karena telah menciptakan lapangan kerja bagi penduduk sekitarnya. Nama usaha ini Fair Lady karena salon Fair Lady merupakan salon yang pertama kali memborong produknya.

Penyisiran rambut sebelum dibuat wig dan sanggul

Penyisiran rambut sebelum dibuat wig dan sanggul


Proses pembuatan wig yang dijahit

Proses pembuatan wig yang dijahit

Tahun 2005 Fair Lady diturunkan kepada Eko Setiawan yang merupakan generasi kedua. Sejak dipimpin oleh Eko usaha home industri ini menjadi berkembang. Beragam produk olahan dari rambut dihasilkan antara lain wig, bulu mata palsu, hair extention, rambut sambungan (cemoro), dan beragam sanggul modern.

Pasar untuk Fair Lady pada generasi kedua ini semakin meluas seperti Jakarta, Medan, Padang, Ujung Pandang, Kalimantan, Sumatra, Bali, Batam, bahkan ke Afrika. Salah satu produk sanggul buatan Fair Lady pernah dipesan dari perusahaan Mustika Ratu yang menginginkan model sanggul-sanggul baru.

Selain Fair Lady, saya juga mengunjungi home industri pengolahan rambut “Herwina” yang berdiri sejak tahun 1982 akan tetapi mulai ramai dikenal orang sejak tahun 1990. Herwina memproduksi selain wig juga bulu mata palsu dan sanggul modern. Sanggul dapat dipesan sesuai dengan keinginan. Diantara sanggul-sangul yang diproduksi, yang sangat diminati pasar antara lain sanggul BCL, sanggul Maudi, sanggul Ceplok, sanggul Keong Racun, sanggul Kerucut, sanggul Kordeon, dan sanggul Acak. Untuk bulu mata palsu, selain dibuat dari rambut manusia juga dari bulu ayam yang berwarna hitam. Pemasaran produk dari Herwina selain pesanan juga ke Medan dan Bali.

Bulu mata palsu dari rambut

Bulu mata palsu dari rambut


Bulu mata palsu dari bulu ayam

Bulu mata palsu dari bulu ayam


Sanggul BCL

Sanggul BCL


Sanggul Ceplok

Sanggul Ceplok


Sanggul Keong Racun

Sanggul Keong Racun


Sanggul Kerucut

Sanggul Kerucut


Sanggul Maudi

Sanggul Maudi


Sanggul Kordeon

Sanggul Kordeon

Saat liburan tiba, desa Karangbanjar ini rame dikunjungi wisatawan baik dalam dan luar negeri. Di desa ini juga ada home stay yang murah dan sajian kuliner pedesaan yang tak kalah enaknya dengan di kota.

————————-

Jika Anda ingin mendapatkan informasi dari blog ini melalui facebook Anda, silahkan klik tautan halaman (page) facebook berikut ini cauchymurtopo.wordpress.com kemudian klik suka (like) atau ikuti (follow) melalui twitter @CauchyMurtopo

Terima kasih Anda sudah mengunjungi blog ini.