Tag Archives: Candi Sewu

Wisata Sejarah dan Budaya di Candi Prambanan


Masuk ke area Candi Prambanan

Masuk ke area Candi Parambanan


Candi Loro Jonggrang atau sering disebut dengan Candi Prambanan terletak di perbatasan antara Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Prambanan Jawa Tengah. Dari DIY ke arah timur sekitar 17 km dan dari kota ke arah barat sekitar 53 km. Jika Anda dari bandara Internasional Adisucipto DIY dapat ditempuh sekitar 15 menit perjalanan dengan mobil. Candi Prambanan merupakan warisan Budaya Dunia yang diakui oleh UNESCO yang ke-642. Kompleks Candi Prambanan masuk dalam dua wilayah yaitu bagian barat masuk wilayah DIY dan bagian timur masuk wilayah Jawa Tengah. Kompleks Candi Prambanan terletak di sebelah timur sungai Opak sekitar 200 meter sebelah utara Jl. Solo – Jogja.

Di kala musim libur anak sekolah sekitar pertengahan Juni sampai pertengahan Juli dan pertengahan Desember sampai pertengahan Januari Candi Prambanan banyak dikunjungi. Selain wisatawan domestik, wisatawan manca negara dari berbagai belahan dunia tertarik mengunjungi Candi Prambanan karena eksotik kemegahannya terutama teknologi peradaban pada masa pembangunan candi ini.

Memasuki Candi Prambanan Anda dikenakan parkir Rp 3.000,00 untuk motor, Rp 5.000,00 untuk mobil, dan Rp 15.000,00 untuk bus. Harga tiket untuk wisatawan domestik umum per orang Rp 30.000,00, untuk anak-anak umur 3 – 6 tahun Rp 12.500,00. Untuk rombongan pelajar disertai surat dispensasi Rp 12.500,00 per orang. Untuk harga tiket wisatawan manca negara Rp 60.000,00 per orang. Loket Candi Prambanan dibuka pukul 06.00 – 17.15 WIB.

Sebelum memasuki area Candi Prambanan Anda diharuskan mengenakan kain batik putih. Kain ini sudah disediakan oleh pengelola Candi Prambanan, Anda tinggal megenakan dengan menalikan ke pinggang. Peraturan ini mulai berlaku bulan Agustus 2012.

Pakai kain batik dulu sebelum masuk kompleks Candi Prambanan

Pakai kain batik dulu sebelum masuk kompleks Candi Prambanan

Gugusan Candi ini disebut Prambanan karena terletak di Prambanan. Nama Loro Jonggrang ini dikaitkan dengan legenda rakyat yang menceritakan tentang gadis jangkung putri dari Prabu Boko. Candi Prambanan candi Hindu yang dibangun oleh raja-jaja pada jaman Dinasti Sanjaya pada abad IX. Candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung berdasarkan Prasasti Siwargrha tahun 856 M. Prasasti ini adalah manifest politik untuk meneguhkan kedudukan raja yang besar. Terjadinya perpindahan pusat Kerajaan Mataram ke Jawa Timur berakibat tidak terrawatnya candi-candi ini, ditambah lagi adanya gempa bumi serta beberapa kali letusan Gunung Merapi menjadikan Candi Prambanan runtuh tinggal puing-puing batu yang berserakan.

Usaha pemugaran yang dilaksanakan oleh pemerintah Hindia Belanda berjalan lambat dan akhirnya diselesaikan oleh bangsa Indonesia sendiri. Pada tanggal 20 Desember 1953 pemugaran candi induk yaitu Candi Loro Jonggrang secara resmi dinyatakan selesai oleh Presiden Republik Indonesia (RI) pertama yaitu Ir. Soekarno. Pekerjaan pemugaran sampai sekarang masih dilanjutkan, yaitu pemugaran Candi Brahma dan Candi Wisnu. Candi Brahma dipugar mulai tahun 1977 dan selesai serta diresmikan pada tanggal 23 Maret 1987. Candi Wisnu dipugar mulai tahun 1982, selesai dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 27 April 1991.

Kompleks Candi Prambanan terdiri atas latar bawah, latar tengah, dan latar atas (latar pusat) yang makin ke arah dalam makin tinggi letaknya, berturut-turut luasnya 390 meter persegi, 222 meter persegi, dan 110 meter persegi. Latar bawah tak berisi apapun. Di dalam Latar Tengah terdapat reruntuhan candi-candi Perwara. Apabila seluruhnya telah selesai dipugar, maka akan ada 224 buah candi yang ukurannya semua sama yaitu luas dasar 6 meter persegi dan tingginya 14 meter. Latar Pusat adalah latar terpenting di atasnya berdiri 16 buah candi besar dan kecil. Candi-candi utama terdiri atas 2 deret yang saling berhadapan. Deret pertama yaitu Candi Siwa, Candi Wisnu, dan Candi Brahma. Deret kedua yaitu Candi Nandi, Candi Angsa, dan Candi Garuda. Pada ujung-ujung lorong yang memisahkan kedua deretan candi tersebut terdapat Candi Apit. Delapan candi lainnya lebih kecil, empat diantaranya Candi Kelir dan empat candi lainnya disebut Candi Sudut. Secara keseluruhan percandian ini terdapat 240 buah candi.

CANDI SIWA

Antrian helm untuk keselamatan memasuki Candi Siwa yang sedang direnovasi

Antrian helm untuk keselamatan memasuki Candi Siwa yang sedang direnovasi


Saya berada di Candi Siwa

Saya berada di Candi Siwa


Untuk memasuki Candi Siwa pengunjung harus antri untuk memakai helm yang sudah disediakan oleh pengelola Candi Prambanan. Berdasarkan papan pengumuman yang dipasang di depan Candi Siwa, bahwa Candi Siwa dapat dibuka untuk umum dengan ketentuan pengunjung diizinkan masuk dibilik Durga dan bilik Agastya. Selain itu, pengunjung diwajibkan memakai helm karena candi masih dalam pemugaran, sehingga demi keselamatan pengunjung diwajibkan memakai helm. Aturan berikutnya adalah pengunjung masuk candi dibatasi maksimal 50 orang dengan waktu kunjungan 15 menit. Beberapa bagian candi dengan alasan pemugaran tidak diperbolehkan dimasuki seperti pada Arca Ganesha dan Arca Roro Jonggrang.
Candi Siwa memiliki luas 34 meter persegi dan tinggi 47 meter adalah candi yang terbesar dan terpenting. Dinamakan Candi Siwa karena terdapat Arca Siwa Mahadewa yang merupakan arca terbesar. Bangunan ini terdiri atas 3 bagian secara vertikal yaitu kaki, tubuh, dan kepala/atap. Kaki candi menggambarkan dunia bawah tempat manusia yang masih diliputi hawa nafsu. Tubuh menggambarkan dunia tengah tempat manusia yang telah meninggalkan keduniawian. Atap menggambarkan dunia atas tempat para dewa. Gambar kosmos nampak pula dengan adanya arca dewa-dewa dan makhluk-makhluk surgawi yang menggambarkan Gunung Mahameru (gunung Everest di India) tempat para dewa. Percandian Prambanan merupakan replika gunung tersebut, terbukti dengan adanya arca-arca dewa Lokapala yang terpahat pada kaki Candi Siwa. Empat pintu Candi Siwa sesuai dengan arah mata angin yaitu barat, timur, selatan, dan utara.

Pintu utama menghadap ke timur dengan tangga masuknya yang terbesar. Di kanan dan kiri berdiri 2 arca besar penjaga dengan membawa gada (pemukul) yang merupakan manifestasi dari Siwa. Di dalam candi terdapat 4 ruangan yang menghadap keempat arah mata angin dan mengelilingi ruangan terbesar yang ada di tengah-tengah. Kamar terdepan kosong, sedangkan ketiga kamar lainnya masing-masing berisi arca Siwa Maha Guru, Ganesha, dan Durga (Loro Jonggrang).
Dasar kaki candi dikelilingi selasar yang dibatasi oleh pagar langkan. Pada dinding langkan sebelah dalam terdapat relief cerita Ramayana yang dapat diikuti dengan pradaksina (berjalan searah jarum jam) mulai dari pintu utama. Hiasan-hiasan pada dinding sebelah luar berupa kinari-kinari (makhluk raksasa yang lidahnya berwujud sepasang mitologi) dan makhluk surgawi lainnya. Atap candi bertingkat-tingkat dengan susunan yang amat kompleks masing-masing dihiasi sejumlah ratna dan puncaknya terdapat ratna terbesar.

Arca Loro Jonggrang (Durga)

Arca Loro Jonggrang (Durga)


Arca Ganesha

Arca Ganesha


Di antara sela-sela batu diberi malam untuk mencegah air hujan masuk

Di antara sela-sela batu diberi malam untuk mencegah air hujan masuk

CANDI BRAHMA
Luas dasar Candi Brahma 20 meter persegi dan tingginya 37 meter. Candi ini hanya terdapat satu ruangan yang di dalamnya terdapat arca Brahma berkepala 4 dan berlengan 4. Salah satu tangan arca ini memegang tasbih dan yang satunya memegang kamandalu tempat air. Keempat wajahnya menggambarkan keempat kitab suci Weda yang masing-masing menghadap ke arah mata angin. Keempat lengannya menggambarkan keempat arah mata angin. Sebagai Pencipta ia membawa air karena seluruh alam keluar dari air. Tasbih menggambarkan waktu. Dasar kaki candi juga dikelilingi oleh selasar yang dibatasi pagar langkan dimana pada dinding langkan sebelah dalam terpahat relief lanjutan cerita Ramayana dan relief serupa pada Candi Siwa hingga tamat.

CANDI WISNU
Bentuk, ukuran, dan hiasan dinding luarnya sama dengan Candi Brahma. Candi ini hanya terdapat satu ruangan terdapat arca Wisnu bertangan 4 yang memegang gada, cakra, dan tiram. Pada dinding langkan sebelah dalam terpahat relief cerita Kresna sebagai Avatar atau penjelmaan Wisnu dan Balarama (Baladewa) kakaknya.
CANDI NANDI
Luas dasar Candi Nandi 15 meter persegi dan tingginya 25 meter. Candi ini hanya terdapat satu ruangan terdapat arca lembu janjan dengan panjang 2 meter. Di sudut belakangnya terdapat arca dewa Candra yang bermata 3 berdiri di atas kereta yang ditarik oleh 10 ekor kuda. Surya berdiri di atas kereta yang ditarik oleh 7 ekor kuda. Candi ini sudah runtuh.

CANDI ANGSA
Candi Angsa mempunyai satu ruangan yang tak berisi apapun. Luas dasar candi ini 13 meter persegi dan tingginya 22 meter. Mungkin ruangan ini hanya dipakai untuk kandang angsa, hewan yang biasa dikendarai oleh Brahma.

CANDI GARUDA
Bentuk, ukuran, dan hiasan dinding candi ini sama dengan Candi Angsa. Candi ini hanya terdapat satu ruangan yang terdapat arca kecil yang berwujud seekor garuda di atas seekor naga. Garuda adalah kendaraan Wisnu.

CANDI APIT
Luas dasar candi ini 6 meter persegi dengan tinggi 16 meter. Ruangannya kosong, mungkin candi ini dipergunakan untuk bersemedi sebelum memasuki candi-candi induk.

CANDI KELIR
Luas dasar candi ini 1,55 meter persegi dengan tinggi 4,1 meter. Candi ini tidak mempunyai tangga masuk. Fungsi candi ini sebagai penolak bala.

CANDI SUDUT
Ukuran candi-candi ini sama dengan Candi Kelir.

Di halaman atas terdapat Monument Gempa 27 Mei 2006. Bunyi monument ini adalah “Tanggal 27 Mei 2006 pukul 05.55 WIB gempa bumi berkekuatan 5,9 SR telah melanda kompleks Candi Prambanan dan mengakibatkan kerusakan yang parah. Untuk mengingat peristiwa tersebut Ratna Kemuncak Candi Apit Utara ini dijadikan monument sebagai saksi bisu kedahsyatan gempa bumi yang telah meluluhlantakan candi-candi di kompleks Candi Prambanan”.

Monument Gempa 27 Mei 2006

Monument Gempa 27 Mei 2006

Setelah Anda keluar dari percandian, ke arah utara, Anda diharuskan melepas kain batik yang Anda pakai dan menyerahkan kepada petugas. Keluar dari area percandian terdapat taman bermain dengan berbagai wahana. Kereta listrik yang hanya dapat dinaiki anak-anak dengan tarif Rp 3.000,00. per anak. Jika Anda lelah untuk jalan di kompleks Candi Prambanan ini, ada kereta taman dengan rute Candi Lumbung, Candi Bubrah, Candi Sewu, dan pintu keluar dengan tarif Rp 5.000,00 per orang. Jika Anda ingin bersepeda keliling kompleks Candi Prambanan, ada persewaan sepeda. Untuk sepeda tundem dan sepeda lipat tarif sewa Rp 20.000,00 dan sepeda singgel dengan tarif sewa Rp 10.000,00. Jika Anda ingin naik kuda, tarif sewanya Rp 20.000,00 per orang dengan pemandu.

Di luar percandian terdapat batu-batu yang berserakan yang merupakan bangunan candi yang telah rusak dan sulit untuk direkonstrusi kembali. Konon rusaknya candi-candi ini menjadi batu-batu yang berserakan karena bencarna alam seperti gempa bumi. Selain candi-candi pada percandian di atas masih ada lagi beberapa candi dibagian utara kompleks Candi Prambanan. Jika Anda berjalan ke arah utara, Candi Lumbung adalah candi pertama kali yang Anda jumpai, candi ini rusak dan masih dalam pemugaran. Candi kedua adalah Candi Bubrah yang juga dalam pemugaran. Di depan Candi Bubrah terdapat batu-batu yang berserakan yang dulunya beupa candi. Candi berikutnya adalah Candi Sewu, candi ini juga masih dalam pemugaran. Dikatakan Candi Sewu karena candi ini jumlahnya banyak dan konon sulit dihitung sehingga disebut Candi Sewu (seribu).

Batu-batu candi berserakan sulit direkonstruksi

Batu-batu candi berserakan sulit direkonstruksi


Candi Bubrah yang sedang direnovasi

Candi Bubrah yang sedang direnovasi


Candi Lumbung yang sedang direnovasi

Candi Lumbung yang sedang direnovasi


Candi Sewu

Candi Sewu

Di dekat taman bermain, terdapat museum sayang jika dilewatkan karena masuk museum ini gratis. Di depan museum terdapat rumah joglo dikelilingi kolam yang ada alat musik tradisional gamelan. Di luar musium terdapat ratusan arca, seperti arca Ganesha dan Brahma yang ditata rapi. Di dalam musium terdapat berbagai macam arca, salah satunya arca Durga. Selain itu juga terdapat beberapa guci, peralatan rumah tangga jaman kerajaan seperti mangkuk kuno, cobel, dan lain-lain. Uang koin yang digunakan pada jaman kerajaan juga ada. Fosil kepala kerbau juga ada di sini. Foto-foto pemugaran candi dari jaman kolonial Belanda sampai sekarang juga ada.

Gamelan di depan museum

Gamelan di depan museum

Keluar dari musium jika Anda ingin mendapatkan informasi sejarah tentang Candi Prambanan dan pemugaran candi, Anda juga dapat menyaksikannya dalam bentuk audio visual. Untuk menikmati layanan ini Anda dikenakan tarif Rp 5.000,00 per orang untuk durasi 20 menit dan minimal dinikmati oleh dua pengunjung.
Sebelum Anda keluar dari kompleks Candi Prambanan, Anda juga dapat melihat penangkaran rusa tutul di bagian paling timur.

Keluar kompleks Candi Prambanan Anda dapat berbelanja oleh-oleh khas Jawa Tengah dan Jogja. Anda harus pandai-pandai menawar, gunakan bahasa Jawa yang tidak halus jika Anda ingin mendapatkan harga lebih murah. Jika Anda tidak bisa berbahasa Jawa, Anda tawar harga hingga setengahnya, jika tidak dikasih, ganti tempat lain. Sebagai contoh, saya membeli tas untuk netbook dari harga yang ditawarkan pedagang Rp 40.000,00 saya mendapatkan harga hanya Rp 20.000,00. Souvenir dari kayu seperti replika motor, mobil, dan Candi Prambanan juga ada. Daster dapat dibeli hanya Rp 25.000,00 dan kaus oblong hanya Rp 15.000,00. Gantungan kunci dari berbagai bentuk ditawarkan pas dengan harga hanya Rp 1.000,00. Jika Anda ingin cobek batu dari gunung Merapi, banyak jenis dan ukuran dapat dibeli di sini. Anda juga dapat membeli makanan khas Jogja dan Jawa Tengah seperi bakpia pathok dan intip goreng.

Jika anda ingin foto dan langsung dicetak, Anda dapat menyurung tukang foto untuk mengambil gambar Anda. Untuk jasa ini anda ditarik bayaran Rp 20.000,00 ukuran foto 10R.

Jika Anda datang pada malam hari, Anda dapat menikmati tontonan Sendratari Ramayana yang ada di sebelah barat kompleks Candi Prambanan. Untuk pagelaran di panggung tertutup dapat dinikmati tiap malam Rabu, malam Jumat, dan malam Minggu. Untuk pagelaran panggung terbuka dapat dinikmati pada bulan Juli sampai dengan September di hari-hari tertentu saja.

Pagelaran Sendratasik Ramayana di Panggung terbuka

Pagelaran Sendratasik Ramayana di Panggung terbuka