Tag Archives: bahasa resmi

Ciyus Ni…..!!!


Omes pada iklan XL "Cius ni..."

Omesh pada iklan XL “Cius ni…” doc vidgrids.com

Bahasa adalah sarana manusia untuk bisa berkomunikasi. Jika antar lawan bicara tidak memahami bahasa yang digunakan, maka komunikasi tidak akan berjalan dengan lancar. Bahkan jika tidak paham akan menimbulkan permasalahan. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah pertengkaran karena tidak nyambung.

Bahasa yang kita gunakan ada aturannya. Apapun bahasa yang kita gunakan dalam berkomunikasi pasti mempunyai makna tertentu. Kadang satu kata hanya mempunyai satu makna. Tapi ada kalanya satu kata bisa mempunyai banyak makna, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.

Bahasa lisan yang sering kita ucapkan ada dua jenis, yaitu bahasa resmi dan bahasa tidak resmi. Bahasa resmi digunakan dalam pertemuan atau acara resmi. Bahasa resmi juga digunakan pada bahasa pengantar di sekolah-sekolah dan acara kenegaraan. Sedangkan bahasa tidak resmi tidak ada aturan yang jelas, namun kita harus hati-hati menggunakan bahasa tidak resmi. Salah menggunakan bahasa tidak resmi akan menimbulkan masalah karena ketidakpahaman dalam memaknai bahasa tersebut.

Bahasa tidak resmi sering digunakan di masyarakat Indonesia pada pembicaraan tidak resmi pula. Bahasa ini paling banyak digunakan oleh anak muda dalam berkomunikasi. Bahasa ini banyak digunakan karena lebih mudah dipahami dan kelihatan lebih dikenal dari pada bahasa resmi. Bahas tidak resmi sering disebut juga dengan “bahasa gaul”. Anak-anak muda jika tidak menggunakan bahasa gaul biasanya kurang bisa diterima pada kelompoknya.

Sebenarnya sah-sah saja menggunakan bahasa gaul. Namun kita harus tahu di mana tempatnya. Jangan sampai bahasa gaul kita pakai bukan pada tempatnya. Misal kita berbicara dengan orang tua menggunakan bahasa gaul. Tentu ini tidak sopan, karena orang tua tingkat emosi dan etikanya tidak sama dengan anak muda.

Berikut ini beberapa kata/bahasa gaul yang saat ini lagi digemari, khususnya kalangan anak muda:

1. Ciyus. Bahasa ini sering diucapkan “Ciyus ni….”. Bahasa ini pertama kali dipopulerkan oleh komedian Omesh pada iklan XL, yaitu sebuah operator selular GSM yang ada di Indonesia. Arti dari Ciyus adalah serius. Pada iklan tersebut menawarkan produk layanan hanya dengan Rp 1.000,00 para pengguna kartu XL dapat menikmati beberapa pilihan paket misal paket SMS, telpon, dan lain-lain.

2. Bos. Kata Bos sering diucapkan oleh pedagang kepada pembeli atau calon pembeli (customers). Dicapkan kata Bos karena customers dianggap sebagai bos atau raja. Selain itu alasan lain pedagang mengucapkan kata bos kepada customers adalah biar dagangannya laku. Seiring dengan berjalannya waktu, kata bos sekarang ini sering diucapkan oleh orang yang belum dikenal.

3. Agan atau Gan. Jika Anda berselancar di dunia maya, kata Agan atau sering disingkat Gan sering dijumpai khususnya pada situs jual beli online. Pada situs-situs tersebut admin menyebut pada orang yang membuat akun atau yang membuka situsnya dengan sebutan Agan. Selain itu sebutan Agan atau Gan juga ditujukan kepada customers yang belum diketahui jenis kelaminnya. Jika digunakan kata Mbak atau Mas atau Ibu atau Bapak maka belum tentu benar. Ini disebabkan karena pada internet nama akun sering tidak bisa diketahui apakah customers tersebut laki-laki atau perempuan.

4. Bro atau Mas Bro. Kata ini dipopulerkan oleh Choki Sitohang pada acara televisi Take Me Out dan Take Him Out yang ditayangkan di stasiun tv Indosiar. Bro adalah panggilan untuk pria yang akan memilih wanita pada Take Me Out atau pria yang dipilih wanita pada Take Him Out oleh Choki Sitohang sebagai pembawa acara. Seiring dengan berjalannya waktu kata Bro dikombinasi dengan kata Mas. Ini dikarenakan di Jawa jika memanggil pria muda dengan sebutan Mas, jadi dikombinasi menjadi Mas Bro. Kata Bro atau Mas Bro sering diucapkan oleh pria untuk memanggil teman prianya juga. Dalam interaksi sosial, baik di tempat-tempat umum seperti cafe, mal, di tempat kerja, dan lain-lain tempat anak muda nongkrong kata Bro atau Mas Bro saat ini banyak digunakan.

5. Capek Deh. Kalimat ini hanya terdiri dua kata, namun makna dari kalimat ini macam-macam. Dapat diartikan kelelahan, dapat diartikan bosen dengan pembicaraan yang tidak ada ujungnya, dapat diartikan pula mengejek lawan bicara. Mungkin juga bisa diartikan lagi dengan makna yang lain. Capek Deh sering digunakan oleh anak remaja putri di kota-kota, tidak menutup kemungkinan juga oleh remaja pria. Mereka yang menggunakan kalimat tersebut rata-rata usia belasan tahun atau sering disebut dengan Anak Baru Gede (ABG).

Orang tua sebaiknya belajar juga tentang bahasa-bahasa gaul meskipun tidak digunakan dalam percakapan. Ini penting mana kala anaknya sudah menginjak remaja. Guru sebagai pendidik sebaiknya juga mengetahui tentang bahasa gaul meskipun tidak harus semua. Bisa jadi masih ada lagi bahas-bahas gaul yang belum kita ketahui yang mempunyai makna yang kurang atau tidak sopan. Karena anak remaja biasanya sering mengatakan sesuatu yang sekiranya tidak atau kurang bagus mereka menggunakan istilah atau bahasa gaul yang hanya mereka ketahui saja. Dengan orang tua mempelajari bahas-bahasa gaul yang sering digunakan anaknya, maka orang tua dapat mengontrol tingkah laku anaknya.

Jika Anda sebagai pembaca mempunyai bahasa-bahasa gaul yang lain, Anda dapat menuliskan pada kolom komentar. Saya akan berterima kasih jika Anda dapat mengutarakan pendapat Anda di sini.